MURUNG RAYA – LENTERAKKALIMANTAN.NET-

Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, semangat kolektivitas antara insan pers dan masyarakat akar rumput mengkristal di pedalaman Kalimantan Tengah. Sejumlah jurnalis dari berbagai media daring menggelar agenda buka puasa bersama warga Desa Tumbang Masao, Kecamatan Sumber Barito, Kabupaten Murung Raya, dengan mengusung misi penguatan etika sosial bertajuk “Jadikan Kebajikan Sebagai Sebuah Kebiasaan Tanpa Pamrih.”

Acara yang berlangsung khidmat ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial berbuka puasa, tetapi juga ruang dialog antara pilar keempat demokrasi dengan masyarakat tingkat desa. Kehadiran tokoh agama, tokoh adat, serta jajaran Pemerintah Desa Tumbang Masao menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menyebarkan nilai-nilai positif di tengah publik.

Kepala Biro Media Daring Suara Akar Rumput, Longking M., menegaskan bahwa momentum Ramadan ini menjadi waktu yang tepat bagi insan pers untuk merefleksikan kembali peran strategisnya. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, ia berkomitmen untuk terus menghadirkan jurnalisme yang berimbang.

“Kami akan menyampaikan apa yang baik. Apa yang kami lihat dan dengar akan kami filter, saring, dan sampaikan sesuai juknis jurnalistik serta UU Pers,” ujar Longking dalam sambutannya, Rabu (18/3/26)

Ia juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat jika terdapat kekhilafan dalam menjalankan tugas jurnalistik sehari-hari. Menurutnya, keterbukaan terhadap kritik adalah bagian dari profesionalisme media untuk tetap objektif.

Gayung bersambut, Kepala Desa Tumbang Masao, Salim Ismail, S.I.P., menyambut hangat inisiatif para jurnalis yang mau turun langsung merangkul warga di wilayahnya. Ia menilai kehadiran media massa di tingkat desa sangat krusial untuk memastikan arus informasi dan pembangunan berjalan transparan.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan media yang telah mendukung dan menginisiasi acara ini. Kebajikan dan kebiasaan baik seperti ini memang harus terus ditingkatkan dalam kehidupan bermasyarakat kita,” tutur Salim Ismail.

Agenda ini turut didukung oleh sejumlah perwakilan media lokal, di antaranya Sandi (Barito Dayak), Muslim (Lenterak Kalimantan.Net), dan Etia Ningsih (Republik Indo). Sinergi lintas media ini diharapkan menjadi pemantik bagi pertumbuhan iklim informasi yang sehat di wilayah Murung Raya, di mana fakta tetap menjadi panglima dan kebajikan menjadi budaya.(Lnkg/ Muslim)

 

Bagikan: