MARABAHAN – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) kian serius menggaungkan kampanye antinarkoba melalui pendekatan yang tidak kaku. Menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batola, Pemkab menggelar Kejuaraan Bulutangkis Antar-SKPD dan Instansi Vertikal sebagai langkah strategis menuju target “Barito Kuala Bersinar” (Bersih Narkoba) Tahun 2026.

Membuka kejuaraan di Gedung Ije Jela pada Selasa (21/04), Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala, H. Zulkipli Yadi Noor, menegaskan bahwa olahraga merupakan instrumen vital dalam membangun lingkungan kerja yang sehat sekaligus membentengi aparatur sipil negara (ASN) dari pengaruh gelap narkotika.

“Kami mendorong agar event seperti ini rutin dilaksanakan sebagai tolak ukur keberhasilan pembinaan olahraga di lingkungan kerja. Harapannya, akan muncul atlet berprestasi dari tingkat kecamatan hingga kabupaten,” ujar Zulkipli saat membacakan sambutan Bupati Batola.

Turnamen yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari (21–23 April) ini tidak hanya sekadar ajang adu tangkas di lapangan hijau. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah penguatan sinergitas antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan aparat penegak hukum.

Kepala BNNK Barito Kuala sekaligus Ketua Pelaksana, Iskandar Adam, mengungkapkan bahwa acara ini lahir dari kolaborasi apik dengan Pengadilan Negeri dan PBSI Batola. Bahkan, pembiayaannya melibatkan dukungan swadaya dari berbagai pihak, termasuk sektor perbankan.

“Tujuan utama kami adalah menjalin sinergitas antarinstansi dalam bingkai semangat Batola Bersinar. Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini secara swadaya,” jelas Iskandar.

Tercatat sebanyak 105 peserta turut ambil bagian dalam kompetisi ini. Persaingan diprediksi sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas, dengan rincian kategori:
◾Ganda Putra: 78 pasangan.
◾Ganda Putri: 27 pasangan.

Acara pembukaan tersebut juga dihadiri oleh deretan pimpinan tinggi pratama, menunjukkan soliditas dukungan birokrasi. Tampak hadir Kepala Kemenag, Sekretaris DPRD, serta para Kepala Dinas dari lintas sektor seperti Disnakertrans, DLH, Dinas Kesehatan, Disporbudpar, hingga Diskominfo Batola.

Zulkipli menambahkan, integritas fisik dan mental para pegawai merupakan modal utama pembangunan daerah. “Event ini bukan sekadar ajang kompetisi fisik, melainkan instrumen penting dalam membina bakat serta mempererat silaturahmi antarpegawai,” pungkasnya.(Kominfo/Lenka)

 

Bagikan: