
PURUK CAHU – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Nisha Angraeni, mendorong transformasi sektor kerajinan tangan lokal melalui integrasi teknologi seni budaya. Langkah ini dinilai strategis untuk mengubah bahan mentah seperti rotan, bambu, dan kayu menjadi produk interior bernilai jual tinggi guna memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.
Nisha menekankan bahwa kekayaan sumber daya alam Murung Raya tidak boleh hanya dipandang sebagai komoditas mentah, melainkan harus diolah secara kreatif dan inovatif.
“Kita harus memanfaatkan sumber daya alam kita dengan baik. Pembuatan kursi, meja, hingga peralatan tani dari bahan alami ini bukan sekadar hobi, tapi peluang besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Nisha Angraeni kepada awak media, Kamis (1/4)
Menurut Nisha, digitalisasi dan teknologi seni budaya dapat menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Ia tidak ingin masyarakat hanya terpaku pada desain konvensional, melainkan berani melakukan eksplorasi bentuk dan fungsi pada peralatan rumah tangga yang diproduksi.
Untuk mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan, Nisha secara khusus meminta Pemerintah Daerah (Pemda) hadir memberikan sokongan nyata bagi para pengrajin.
“Saya berharap Pemerintah Daerah mendukung masyarakat dalam mengembangkan kerajinan tangan kreasi unik ini. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, melestarikan budaya lokal, dan mewujudkan cita-cita para pendahulu kita,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nisha mengajak para pemuda dan pelaku usaha mikro di Murung Raya untuk tidak berhenti berinovasi. Ia melihat adanya sinergi antara pelestarian identitas Dayak dengan tuntutan pasar modern yang mulai melirik produk-produk eco-friendly.
“Kita harus lebih kreatif dan inovatif. Manfaatkan potensi alam dan budaya kita yang melimpah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas,” tegasnya menutup pembicaraan.(Lkg)










