
BANJAR LENTERAKKALIMANTAN.NET
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui pengembangan padi biofortifikasi atau padi kaya nutrisi. Upaya tersebut ditandai dengan kegiatan syukuran panen yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Seiya Sekata di Desa Biih, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk mendukung perbaikan gizi masyarakat serta menekan angka stunting melalui pengembangan varietas padi unggul dengan kandungan nutrisi lebih tinggi.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, mengatakan panen padi biofortifikasi tersebut merupakan hasil pembinaan yang telah dilakukan pemerintah kepada kelompok tani.
“Pada hari ini kita melaksanakan panen padi biofortifikasi atau padi kaya gizi. Ini merupakan hasil dari pembinaan yang telah dilakukan, dan hasil ubinan mencapai sekitar 7,92 ton gabah kering panen per hektare,” ujarnya.
Menurut Syamsir, program pengembangan padi biofortifikasi pada 2025 dilakukan di lahan seluas 10 hektare dengan varietas Inpari Nutrizink yang dikenal memiliki kandungan gizi lebih tinggi, terutama untuk mendukung kebutuhan nutrisi anak.
Ia menilai capaian hasil panen tersebut menunjukkan kemampuan petani Kalimantan Selatan yang semakin adaptif dalam menerapkan teknologi pertanian yang lebih modern.
“Ini sangat luar biasa. Para petani kita sudah terbiasa melaksanakan tanam dan panen di lokasi ini dengan hasil yang terus meningkat,” katanya.
Selain itu, Syamsir juga melaporkan bahwa produksi padi di Kalimantan Selatan pada periode Januari hingga awal April 2026 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Ini menunjukkan bahwa para petani kita tetap persisten dalam menjaga ketahanan pangan daerah, sesuai arahan Bapak Gubernur untuk terus memperkuat kolaborasi seluruh pihak,” tuturnya.
Kegiatan panen turut dihadiri berbagai unsur, mulai dari penyuluh pertanian, kelompok tani, pemerintah daerah, hingga instansi terkait seperti Bulog dan Badan Pusat Statistik (BPS). Sinergi lintas sektor ini dinilai penting dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Menariknya, kelompok tani yang terlibat dalam panen ini dipimpin oleh seorang perempuan, yakni Ketua KWT Seiya Sekata, Anita, yang juga dikenal sebagai pemenang kontes durian tingkat daerah.
“Ini menjadi bukti bahwa peran perempuan dalam sektor pertanian sangat besar dan patut diapresiasi,” ungkap Syamsir.
Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap pengembangan padi biofortifikasi dapat terus diperluas guna mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Banua(mckalsel/lnk).










