TANAH LAUT – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Kepolisian Resor (Polres) Tanah Laut, Polda Kalimantan Selatan, resmi memulai proses kurasi ketat terhadap calon anggota Polri tahun anggaran 2026. Melalui Panitia Bantuan Penerimaan (Pabanrim), Polres menggelar Pemeriksaan Administrasi (Rikmin) Awal bagi calon Taruna/I Akpol, Bintara, hingga Tamtama di Aula Satya Brata, Kamis (2/4/2026).

Langkah ini diambil untuk memastikan setiap kandidat yang lolos ke tahap berikutnya benar-benar memenuhi kualifikasi fisik maupun dokumen legalitas yang tak terbantahkan.

Polres Tanah Laut tidak bekerja sendiri. Untuk menjamin validitas data, narasumber ahli dari berbagai instansi dihadirkan langsung guna membedah berkas para peserta.
◾Disdukcapil: Fokus pada penelitian KTP, Kartu Keluarga, dan Akta Kelahiran guna memastikan keabsahan domisili dan kesesuaian identitas orang tua.
◾Dinas Pendidikan & Kemenag: Melakukan audit ijazah dan rapor secara mendalam. Verifikasi mencakup ijazah pendidikan umum hingga lulusan pondok pesantren (kategori SPM/PDF) guna memastikan nilai memenuhi ambang batas minimal.
◾Sidokkes: Melakukan skrining fisik awal melalui pengukuran tinggi dan berat badan secara presisi sesuai standar Polri.

Demi menjaga marwah seleksi yang bersih, Seksi Propam dan Seksi Pengawasan (Siwas) dikerahkan untuk memantau setiap jengkal proses pemeriksaan. Personel Bag SDM pun dituntut cermat dalam meneliti berkas agar tidak ada kesalahan fatal yang dapat merugikan peserta maupun panitia di tingkat daerah.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa ketelitian pada tahap Rikmin awal adalah fondasi utama untuk melahirkan personel Polri yang berkualitas.

“Melalui Rikmin awal ini, kami ingin memastikan seluruh berkas administrasi peserta benar-benar valid dan sesuai persyaratan. Kami berkomitmen melaksanakan seluruh tahapan seleksi secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” tegas AKBP Ricky Boy Siallagan.

Keterlibatan tenaga ahli dari luar institusi Polri menjadi bukti transparansi bahwa seleksi ini tertutup bagi praktik manipulasi. Kapolres menambahkan bahwa pengawasan ketat adalah harga mati untuk menjamin objektivitas.

“Kami melibatkan berbagai instansi terkait agar proses verifikasi berjalan objektif dan akurat. Harapan kami, dari seleksi ini akan lahir calon-calon anggota Polri yang berkualitas, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tutupnya.

 

Bagikan: