
SUMBER BARITO – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Suasana haru menyelimuti Balai Desa Tumbang Masao, Kecamatan Sumber Barito, Murung Raya, saat puluhan warga menerima Kartu Huma Betang. Penyaluran bantuan sosial yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ini menjadi bukti nyata kehadiran negara hingga ke pelosok terjauh, dipastikan langsung oleh Kepala Desa (Kades) termuda, Salim Ismail, S.I.P.
Di bawah pengawasan ketat aparatur desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), proses distribusi berjalan tertib dan transparan. Kartu Huma Betang diserahkan sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, menyasar warga yang benar-benar membutuhkan untuk menopang ketahanan ekonomi keluarga.
Salim Ismail menegaskan bahwa bantuan ini adalah manifestasi janji pelayanan pemerintah yang harus sampai tepat sasaran. Menurutnya, kartu tersebut bukan sekadar instrumen bantuan ekonomi, melainkan jembatan antara kebijakan di level provinsi dengan realitas kebutuhan masyarakat di desa.
“Dengan bantuan ini, kami berharap beban warga sedikit teringankan dan menjadi penguat ekonomi keluarga. Tugas kami di desa adalah memastikan setiap nama dan alamat penerima valid, menjaga agar amanah ini sampai kepada yang berhak tanpa ada celah penyimpangan,” ujar Salim Ismail dengan nada haru, Senin, 20 April 2026.
Lebih lanjut, Kades muda ini menyoroti pentingnya sinergi lintas level pemerintahan. Ia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran yang dinilai progresif menjangkau wilayah terpencil. Sinergi ini juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Murung Raya yang berperan vital dalam menjaga akurasi distribusi.
Salim juga memberikan catatan khusus bagi dukungan partai politik koalisi—termasuk PKS, PDI-P, dan PPP—yang dinilai konsisten mengawal program pro-rakyat tersebut hingga ke akar rumput.
“Ketika negara hadir sampai ke sungai-sungai kecil dan jalan setapak, warga merasa didengar dan dilindungi. Mari kita rawat kebersamaan ini. Bantuan hari ini adalah amanah, dan tugas kita bersama memastikan manfaatnya berkelanjutan bagi pendidikan anak, kesehatan keluarga, dan daya beli masyarakat,” tegasnya.
Penyaluran ini menjadi preseden bagi desa-desa lain di wilayah Barito mengenai pentingnya loyalitas aparatur desa terhadap aturan teknis. Bagi Salim Ismail, keberhasilan sebuah program pemerintah tidak hanya diukur dari besaran bantuan, tetapi dari transparansi dan kecepatan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di pelosok.
Kehadiran bantuan ini diharapkan menjadi pemantik kesejahteraan yang berkelanjutan di Tumbang Masao, sekaligus simbol bahwa ketika amanah dijaga dengan ketulusan, kebijakan publik akan bertransformasi menjadi senyum nyata bagi warga di perbatasan.(Lkg)











