
PURUK CAHU – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Polemik akurasi data penerima bantuan sosial dan potret buram infrastruktur di pelosok Kalimantan Tengah menjadi sorotan utama dalam reses anggota DPRD Kalteng, H. Sirajul Rahman. Bertempat di aula Kantor Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya, legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV ini dihujani aspirasi warga yang menuntut perbaikan nyata, mulai dari akses jalan antardesa hingga efektivitas penyaluran Kartu Huma Betang.
Dalam dialog yang berlangsung dinamis bersama unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat tersebut, persoalan Kartu Huma Betang mencuat sebagai isu strategis. Program yang diharapkan menjadi jaring pengaman sosial bagi masyarakat Dayak ini dinilai masih memerlukan sinkronisasi data yang ketat agar tidak salah sasaran. Selain itu, warga mendesak percepatan pembangunan infrastruktur jalan penghubung yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi di wilayah hulu.
“Kartu Huma Betang harus dipastikan tepat data dan tepat manfaat. Infrastruktur penghubung desa tidak boleh lagi menjadi hambatan ekonomi rakyat,” tegas Sirajul Rahman di hadapan konstituennya, Rabu (15/4).
Sirajul yang juga duduk di kursi legislatif tingkat provinsi menekankan bahwa masalah klasik pembangunan seringkali bermuara pada data yang tumpang tindih. Ia meminta pihak kecamatan hingga tingkat desa untuk memperkuat konsolidasi perencanaan sejak dini.
Menurutnya, tanpa dokumen yang rapi dan indikator yang jelas dalam Musrenbang, usulan dari daerah seringkali rontok di tingkat provinsi. Ia berjanji akan membawa temuan lapangan ini ke meja pembahasan Badan Anggaran (Banggar).
“Ini yang akan kami kawal di Badan Anggaran dan komisi terkait. Reses bukan sekadar seremoni menyerap aspirasi, tetapi kontrak moral untuk mengawal hasilnya sampai dirasakan warga,” ujarnya menambahkan.
Camat Laung Tuhup, Anwari Noripansah, menyambut baik komitmen tersebut. Mengingat luasnya wilayah Laung Tuhup, dukungan anggaran provinsi sangat krusial untuk menambal keterbatasan APBD kabupaten, terutama pada sektor kesehatan dasar dan pemberdayaan UMKM lokal.
Sebagai langkah konkret pasca-reses, Sirajul berkomitmen membuka saluran komunikasi langsung dengan para kepala desa di Laung Tuhup. Langkah ini diambil guna memantau tindak lanjut usulan secara real-time, sehingga pembangunan di wilayah Murung Raya lebih responsif dan berkeadilan.(Lkg)
.










