Foto: Istimewa

MURUNG RAYA – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya. Muhammad Abduh bin Armansyah, kakak kandung dari Anggota DPRD Imanudin, S.Pd.I, tutup usia pada umur 42 tahun. Kepergian sosok pengajar yang dikenal berdedikasi tinggi ini menyisakan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Desa Dirung Sararong, Kecamatan Barito Tuhup Raya, tempat ia mengabdi selama bertahun-tahun.

Sepanjang masa hidupnya, almarhum Muhammad Abduh dikenal sebagai pilar pendidikan di Desa Dirung Sararong. Dedikasinya sebagai guru di wilayah tersebut membuatnya memiliki kedekatan emosional yang sangat kuat dengan warga setempat. Hal ini tercermin dari prosesi pemakaman yang dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa-jasanya mencerdaskan anak bangsa di pelosok Murung Raya.

Anggota DPRD Murung Raya, Imanudin, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas dukungan luar biasa dari warga desa. Ia menyebut bahwa perlakuan hangat masyarakat menjadi penguat bagi keluarga di tengah duka yang melanda.

“Kami berterima kasih setinggi-tingginya atas partisipasi seluruh lapisan masyarakat Desa Dirung Sararong, baik aparatur pemerintah desa, dewan guru, tokoh agama, tokoh adat, maupun tokoh masyarakat,” ujar Imanudin, Jum’at (10/4/26)

Ia menambahkan bahwa sejak awal masa tugas hingga hari terakhirnya, sang kakak telah dianggap sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat setempat.

“Sejak awal mengabdi hingga mengantar ke peristirahatan terakhir, almarhum diterima dengan sangat baik. Itu menjadi penghibur bagi kami. Di tengah duka ini, ada sedikit rasa bangga karena warga Desa Dirung Sararong menerima almarhum dan menganggap kami bagian dari keluarga besar mereka,” tambahnya dengan nada haru.

Menutup keterangannya, Imanudin mewakili pihak keluarga mendoakan agar kebaikan seluruh pihak yang membantu prosesi pemakaman hingga masa hidup almarhum mendapatkan ganjaran setimpal.

“Semoga kebaikan bapak dan ibu semua dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT,” pungkasnya.

Kepergian Muhammad Abduh menjadi pengingat akan pentingnya sosok guru dalam membangun ikatan sosial di pedesaan. Di mata keluarga dan masyarakat Dirung Sararong, ia bukan sekadar pengajar, melainkan bagian dari sejarah pembangunan sumber daya manusia di Barito Tuhup Raya.(Lkg)

 

Bagikan: