BATOLA LENTERAKALIMANTAN.NET

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Selatan menggelar Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 sebagai upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Selidah tersebut dibuka Wakil Bupati Barito Kuala, Herman Susilo. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Atas nama pemerintah daerah, kami membuka ruang kerja sama dan memberikan dukungan seluas-luasnya terhadap kegiatan ini. Ke depan, kegiatan seperti ini dapat disinergikan dengan dinas-dinas terkait dalam menunjang pengembangan ekonomi syariah,” ujar Herman.

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pengurus Daerah Barito Kuala, Helman Nafidzi, menilai daerah tersebut memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah, mengingat mayoritas penduduknya beragama Islam.

Menurutnya, nilai-nilai syariah perlu terus diperkuat dalam praktik ekonomi masyarakat, mulai dari transaksi hingga pengelolaan usaha produktif.

Senada dengan itu, Ketua MES Pengurus Wilayah Kalimantan Selatan, Mairijani, menegaskan bahwa ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan prinsip bebas riba, tetapi juga penguatan sektor riil melalui pemberdayaan masyarakat serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) halal.

“Ekonomi syariah membuka peluang besar bagi pertumbuhan usaha produktif, terutama di tengah tren global industri halal yang terus meningkat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi edukatif yang menghadirkan narasumber dari OJK dan praktisi perbankan syariah, di antaranya perwakilan OJK Provinsi Kalimantan Selatan serta analis pembiayaan komersial dari Bank Kalsel.

Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan keuangan berbasis syariah, pengendalian konsumsi selama Ramadan, hingga strategi perencanaan keuangan yang produktif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah semakin meningkat sekaligus mendorong pemanfaatannya secara bijak dan berkelanjutan.

Kegiatan turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Barito Kuala, Majelis Ulama Indonesia setempat, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, serta generasi muda.

Melalui Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menegaskan bahwa penguatan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada aspek fiskal dan investasi, tetapi juga pada peningkatan literasi keuangan masyarakat.

Sinergi antara pemerintah daerah, regulator, dan lembaga ekonomi syariah diharapkan mampu mendorong kemandirian finansial masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai syariah di daerah(infopublikbatola/lnk).

Bagikan: