
LENTERAKKALIMANTAN.NET- Murung Raya, 2026 – Kemegahan sebuah karya tidak ditentukan oleh harga materialnya. Ia ditentukan oleh makna yang diukir, ketekunan yang ditanam, dan kearifan yang diwariskan. Kayu biasa bisa menjelma mahakarya. Gagasan sederhana bisa tumbuh menjadi warisan daerah.
Di bengkel ukir Murung Raya, pahat dan rasa bekerja bersama. Tidak ada marmer, tidak ada emas. Yang ada hanya kayu, tangan terampil, dan filosofi yang hidup. Dari proses itulah nilai lahir. Dari situlah Murung Raya meneguhkan jati dirinya.
PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Murung Raya, Drs. Sarwo Mintarjo, menambahkan, kekuatan pembangunan Murung Raya tidak hanya bertumpu pada fisik. Kekuatan utama ada pada kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. Kearifan itulah yang mengubah bahan sederhana menjadi karya bernilai tinggi, berdaya saing, dan berkarakter.
“Kita tidak perlu menunggu bahan sempurna untuk mulai berkarya. Dengan kearifan lokal dan keterampilan anak bangsa, yang sederhana pun bisa menjadi berharga. Ini fondasi membangun Murung Raya yang bermartabat, berdaya saing, dan berwibawa budaya,” tegasnya.
Pesan itu menjadi garis arah: kemajuan daerah bertolak dari kemampuan menghargai warisan sendiri. Ketika kearifan bertemu kreativitas dan kerja produktif, Murung Raya tidak hanya indah untuk dipandang. Murung Raya menjadi contoh daerah yang bertumbuh dari akar budayanya sendiri.
Suara Akar Rumput










