KALSEL LENTERAKKALIMANTAN.NET

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pembelajaran lapangan (study tiru) ke Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, guna memperkuat penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di daerah. Kegiatan yang berlangsung pada 3–5 April 2026 ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aparatur sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Dalam kegiatan tersebut, DLH Kalsel mempelajari berbagai praktik pengelolaan sampah yang telah diterapkan di Rorotan, mulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, penguatan sistem pengelolaan berbasis komunitas, hingga penerapan teknologi pengolahan seperti Refuse Derived Fuel (RDF) serta berbagai inovasi lainnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan Rahmat Prapto Udoyo mengatakan kegiatan ini bertujuan mempercepat implementasi sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

“Melalui kegiatan tersebut, kami ingin belajar langsung dari praktik baik yang telah diterapkan di Kelurahan Rorotan, khususnya dalam hal keterlibatan masyarakat dan inovasi pengelolaan sampah. Harapannya, pengalaman ini dapat direplikasi dan disesuaikan dengan kondisi di Kalimantan Selatan,” ujarnya di Banjarmasin.

Menurut Rahmat, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Oleh karena itu, edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Kami akan memperkuat strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi agar masyarakat lebih aktif dalam memilah dan mengelola sampah secara mandiri,” jelasnya.

Kegiatan pembelajaran lapangan ini juga melibatkan aparatur dari Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, serta instansi terkait lainnya. Sinergi antar daerah tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di masing-masing wilayah.

Rahmat berharap seluruh peserta dapat mengadopsi berbagai praktik baik yang dipelajari selama kegiatan berlangsung dan menerapkannya di daerah masing-masing.

“Sepulang dari kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan di daerahnya masing-masing, dengan menghadirkan aksi nyata dalam pengelolaan sampah yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, DLH Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan(mckalsel/lnk).

Bagikan: