BALANGAN – LENTERAKKALIMANTANA.NET

Menanggapi insiden berdarah penembakan anak di bawah umur oleh oknum kepolisian di Makassar yang menjadi atensi nasional, Polres Balangan bergerak cepat melakukan langkah preventif. Kapolres Balangan, AKBP Yulianor Abdi, memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) terhadap puluhan senjata api dinas dan tes urine bagi personel pemegang senjata di Mapolres Balangan, Senin pagi (9/3/2026).

Langkah tegas ini diambil untuk menginventarisasi kelayakan alutsista sekaligus memastikan kondisi psikologis serta fisik personel tetap prima dan bebas dari pengaruh narkotika.

Sidak yang dimulai pukul 08.30 WITA ini menyasar pemeriksaan menyeluruh terhadap 53 pucuk senjata api. Rinciannya meliputi 18 pucuk senjata laras panjang milik Polsek Jajaran, 6 pucuk laras panjang di bagian penjagaan, serta 29 pucuk senjata api jenis HS yang dipegang perorangan.

Pemeriksaan mencakup aspek kebersihan unit, ketersediaan amunisi, kelayakan fungsi mekanis, hingga validitas Surat Izin Memegang Senjata Api (SIMSA). Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh senjata dinyatakan dalam kondisi lengkap dan berfungsi normal.

Tak berhenti pada pemeriksaan fisik senjata, AKBP Yulianor Abdi memerintahkan Kasi Propam untuk menggelar tes urine secara mendadak kepada 29 personel pemegang senpi perorangan. Hal ini bertujuan memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang yang dipicu oleh pengaruh zat terlarang.

“Kami ingin memastikan pemegang senjata api dinas tidak melakukan hal-hal yang melanggar kode etik kepolisian, apalagi sampai terlibat narkotika,” tegas Kapolres. Hasilnya, ke-29 personel tersebut dinyatakan negatif narkotika.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan bahwa pengawasan ketat ini merupakan respons langsung terhadap tragedi penembakan yang menelan korban jiwa di Makassar baru-baru ini. Ia mewanti-wanti agar personel tidak gegabah dalam menarik pelatuk.

“Hari ini kami melaksanakan pemeriksaan senjata api dinas menyusul kejadian adanya anggota Polri yang melakukan penembakan terhadap anak kecil di Makassar hingga menimbulkan korban jiwa. Tentunya hal ini merupakan suatu atensi besar bagi jajaran Kepolisian,” ujar AKBP Yulianor Abdi.

Ia juga memberikan peringatan keras terkait prosedur operasional standar (SOP) penggunaan senjata api di lapangan.

“Saya sangat menegaskan untuk berhati-hati. Tidak ada yang main-main dalam penggunaannya. Lakukan prosedur, jangan main tembak sembarangan yang dapat menimbulkan korban. Kedepannya, pemegang senjata api akan diikutsertakan dalam latihan menembak berkala untuk melatih kemampuan personel,” pungkasnya.

 

Bagikan: