TANAH LAUT – LENTERAKKAIMANTAN.NET
Di balik gerbang Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Pelaihari, sebuah langkah progresif untuk dunia pendidikan inklusif baru saja diketuk. Polres Tanah Laut secara resmi menjalin sinergi dengan institusi tersebut guna memastikan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) mendapatkan perlindungan hukum dan pendampingan karakter yang lebih humanis.

Kesepakatan ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., dan Kepala SLB Negeri 2 Pelaihari, Maisyanti Disi Fatimah, S.Pd.I., M.Pd., di Aula SLB Negeri 2 Pelaihari, Desa Ambungan, Kamis (2/4).

Inti dari kerja sama ini melampaui urusan administratif. Fokus utamanya adalah menghadirkan sosok polisi sebagai sahabat, bukan ancaman. Melalui kehadiran personel di lingkungan sekolah, diharapkan terjadi kedekatan emosional sehingga siswa tidak lagi merasa takut, melainkan merasa terlindungi.

“Semoga kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang besar dan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus agar memiliki masa depan yang lebih cerah,” ungkap Kapolres AKBP. Ricky Boy Siallagan.

Kerja sama ini bertumpu pada tiga aspek strategis untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah ABK:
◾Edukasi Preemtif: Pemberian pemahaman mengenai bahaya narkotika dan pembinaan karakter sejak dini yang disesuaikan dengan metode komunikasi ABK.
◾Perlindungan Anak: Memastikan lingkungan sekolah steril dari tindakan kekerasan dan diskriminasi, menjadikan SLB sebagai zona aman (safe zone).
◾Layanan Pendampingan: Penyediaan tenaga pendamping ahli dari sekolah untuk membantu kepolisian dalam menangani perkara hukum yang melibatkan anak berkebutuhan khusus, baik sebagai saksi maupun korban.

Kapolres menekankan bahwa dokumen yang ditandatangani tersebut harus bermuara pada aksi lapangan. Ia tidak ingin MoU ini hanya menjadi seremoni di atas kertas. Baginya, komitmen ini adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap hak-hak sipil anak-anak yang memiliki keistimewaan fisik maupun mental.

Kegiatan ini menandai langkah strategis Kabupaten Tanah Laut dalam mewujudkan wilayah yang lebih inklusif, di mana keamanan dan keadilan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

 

Bagikan: