TANAH LAUT – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Akses vital di pelosok Kabupaten Tanah Laut kini lebih kokoh. Melalui aksi nyata di lapangan, Polres Tanah Laut turun tangan memimpin perbaikan dua jembatan rusak di Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin, Kamis (2/4). Langkah ini diambil guna memastikan mobilitas warga tetap terjaga sekaligus mengamankan jalur distribusi ekonomi desa.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, memimpin langsung personelnya untuk bahu-membahu bersama warga RT 02 dan RT 05. Tidak sekadar membersihkan area, tim gabungan yang melibatkan Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Kabupaten Tanah Laut dan jajaran Polda Kalsel ini melakukan perbaikan teknis pada bagian jembatan yang mulai rapuh.

Kehadiran Polri di tengah desa ini bukan tanpa alasan. Kondisi jembatan yang sempat mengalami kerusakan dinilai menghambat aktivitas harian warga. Dengan perbaikan ini, risiko kecelakaan saat melintas dapat ditekan secara signifikan.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami tidak hanya menjaga keamanan (Kamtibmas), tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan warga melalui perbaikan fasilitas umum,” tegas AKBP Ricky Boy Siallagan di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah melalui PUPR, dan masyarakat setempat adalah kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur di level akar rumput.

Lebih jauh, aksi bakti sosial ini merupakan implementasi lokal dari program Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Fokusnya jelas: memperkuat infrastruktur dari pinggiran guna memudahkan akses masyarakat di daerah.

“Kami berharap dengan perbaikan jembatan ini, aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman. Ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok desa,” tambah Kapolres.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Labfor Polda Kalsel AKBP Faisal, jajaran Pejabat Utama Polres Tanah Laut, Kapolsek Pelaihari H. Benny W. Wardhani, serta perangkat Desa Kunyit. Kolaborasi lintas sektoral ini diharapkan menjadi pematik bagi gerakan serupa di wilayah lain di Kalimantan Selatan untuk mempercepat pemerataan akses infrastruktur desa.

 

Bagikan: