
PURUK CAHU – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Ketua Komisi I DPRD Murung Raya, H. Rejikinoor, S.Sos, menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak boleh hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik. Ia menekankan bahwa pembangunan manusia melalui penguatan etika, akhlak, dan kepatuhan hukum—yang ia istilahkan sebagai konsep “Arasi”—adalah fondasi utama bagi masyarakat yang majemuk.
Dalam keterangannya baru-baru ini di Murung Raya, Rejikinoor menganalogikan Pancasila sebagai tiang kokoh negara, sementara “Arasi” berperan sebagai ruh dalam berperilaku. Menurutnya, kerukunan tidak akan tercipta tanpa adanya integritas kepribadian dari setiap individu.
“Arasi adalah contoh nyata dari kepribadian yang baik, yang selalu menjunjung tinggi etika dan akhlak, serta taat terhadap hukum,” ujar Rejikinoor, Rabu (25/3/26). Ia mendorong warga untuk menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman hidup berdampingan.
Politisi ini menyoroti bahwa percepatan pembangunan daerah seringkali terjebak pada aspek material semata. Baginya, pembangunan yang ideal harus bersifat holistik dan menyentuh segala lini kehidupan.
“Membangun sebuah daerah yang maju dan majemuk bukan saja terletak pada pembangunan infrastruktur, tetapi perlu disetara dengan pembangunan di segala segi kehidupan,” tambahnya.
Ia merinci bahwa keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, budaya, dan spiritual adalah syarat mutlak agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menutup pernyataannya, Rejikinoor mengajak seluruh elemen masyarakat di Murung Raya untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong. Hal ini dianggap sebagai katalisator untuk mencapai visi masyarakat yang lebih sejahtera dan beradab.
“Dengan kerjasama dan gotong royong, kita dapat menciptakan percepatan pembangunan. Kita harus selalu menjunjung tinggi etika dan akhlak, serta taat terhadap hukum, agar kita dapat menjadi masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya.(M/lnkg)











