
PURUK CAHU — LENTERAKKALIMANTAN.NET
Di tengah mulai hangatnya spekulasi peta politik menuju 2029, Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, memilih untuk tetap membumi. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan komitmennya untuk menuntaskan visi-misi pembangunan daerah sebagai prioritas mutlak, sebelum melangkah lebih jauh ke kontestasi periode ketiga.
Dalam diskusi hangat bersama awak media pada Rabu (16/4/2026), Imanudin menyatakan bahwa fokusnya saat ini adalah melunasi janji politik kepada konstituen di Murung Raya. Baginya, tugas di kursi legislatif bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara konkret.
Terkait langkah politik ke depan, Imanudin mengaku masih memantau perkembangan dan patuh pada mekanisme organisasi. Ia memberikan sinyal adanya dua opsi strategis: tetap memperkuat basis di Daerah Pemilihan (Dapil) Murung Raya 1, 2, dan 3, atau melakukan ekspansi politik ke Dapil IV Provinsi Kalimantan Tengah.
“Untuk sementara, kita selesaikan dan tuntaskan dulu program visi dan misi di Murung Raya. Ini komitmen yang sudah saya sampaikan sebelumnya. Tugas dan tanggung jawab yang diemban DPRD adalah amanah rakyat,” ujar Imanudin dengan nada serius.
Ia menambahkan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS. “Langkah politik 2029 tunggu arahan Ketua Umum dan Sekjen. Keputusan akan menyesuaikan garis kebijakan partai dan kebutuhan penguatan struktur, baik di tingkat daerah maupun provinsi,” tegasnya.
Sebagai legislator, Imanudin menyoroti empat pilar utama yang menjadi fokus pengawasannya:
◾Pendidikan: Peningkatan kualitas sarana dan mutu pengajar.
◾Kesehatan: Layanan yang inklusif dan mudah diakses masyarakat bawah.
◾Infrastruktur: Konektivitas antar-desa untuk memutus isolasi wilayah.
Ia mengkritik keras jika forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) atau reses hanya dijadikan agenda seremonial tahunan. Menurutnya, belanja publik harus memiliki indikator terukur agar benar-benar produktif dan dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Kita ingin memastikan setiap kebijakan lahir dari kebutuhan warga dan kembali untuk kebaikan warga. Forum-forum aspirasi harus menjadi ruang menyerap kebutuhan riil, bukan sekadar menggugurkan kewajiban,” lanjutnya.
Menutup perbincangan, Imanudin menegaskan bahwa integritas dan komunikasi dengan konstituen adalah modal utamanya dalam merawat kepercayaan publik. Ia memandang politik bukan sebagai ambisi kekuasaan semata, melainkan instrumen pengabdian masyarakat.
“Politik bagi saya adalah jalan pengabdian. Selama rakyat memberi kepercayaan, kita kerja dan tuntaskan yang sudah dimulai,” pungkas legislator yang dikenal dekat dengan akar rumput tersebut.(Lkg)










