BANJARMASIN – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat merespons catatan legislatif dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selaras dengan eksekusi program di lapangan.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, menyatakan bahwa penyamaan persepsi antara legislatif dan eksekutif merupakan syarat mutlak agar perbaikan kinerja pemerintah daerah tepat sasaran. Hal tersebut ia sampaikan usai menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi I DPRD Kalsel di Banjarmasin, Selasa (14/4/2026).

“Ini rapat yang sangat penting untuk mendalami apa yang menjadi rekomendasi dari teman-teman DPRD, sekaligus mengkomunikasikan bagaimana solusi-solusi yang akan kita laksanakan,” ujar Muslim kepada awak media.

Muslim menekankan bahwa sinkronisasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan upaya membangun koneksi antara kritik legislatif dan solusi eksekutif. Menurutnya, tanpa kesamaan visi, upaya perbaikan kinerja ke depan tidak akan mencapai hasil maksimal.

“Persepsi kita harus benar-benar konek antara rekomendasi dan solusi, sehingga nantinya perbaikan terhadap kerja ke depan itu semakin baik,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa seluruh proses koordinasi ini bermuara pada satu tujuan besar: peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Muslim mengungkapkan bahwa Komisi I DPRD Kalsel menunjukkan pemahaman mendalam terhadap kendala implementasi di lapangan. Namun, para legislator memberikan catatan kritis agar setiap rekomendasi bersifat aplikatif dan tidak sekadar menjadi dokumen di atas kertas.

“Teman-teman pansus sangat memahami berbagai kondisi yang kita hadapi. Mereka juga menyampaikan bahwa rekomendasi harus bisa dilaksanakan, karena kalau tidak, justru menjadi tidak produktif,” ungkap Muslim.

DPRD dinilai telah menyusun rekomendasi dengan pertimbangan rasional, sehingga Diskominfo kini fokus merancang alternatif solusi yang strategis. Muslim berharap kolaborasi ini menjadi katalisator bagi percepatan pembangunan daerah.

“Mudah-mudahan dengan rekomendasi tersebut, alternatif solusi yang kita buat dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Itu yang paling penting,” pungkasnya.(mckalsel/lnk)

 

Bagikan: