
MURUNG RAYA – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, S.Pd.I, melontarkan kritik reflektif terhadap fenomena “politik pujian” yang kerap menghinggapi para pencari karier. Dalam sebuah diskusi mendalam bersama biro media daring, politikus ini menegaskan bahwa integritas tertinggi seorang pengabdi justru terletak pada kerja-kerja senyap yang jauh dari sorot lampu panggung.
“Perjuangan tanpa nama itu jauh lebih mulia daripada sekadar mengejar pujian yang ujung-ujungnya hanya melahirkan pamrih,” ujar Imanudin saat berdialog dengan Kabiro Media Suara Akar, Rabu (25/3/26) di Murung Raya, baru-baru ini.
Bagi Imanudin, standar moral dalam berbuat baik tidak boleh bersandar pada pengakuan publik, melainkan pada kesadaran spiritual yang mendalam. Ia menekankan pentingnya konsep ihsan—merasa diawasi oleh Tuhan—dalam setiap tindakan sosial maupun politik.
“Berbuat baiklah terhadap siapapun, seolah-olah kita sedang diperhatikan oleh Yang Maha Melihat,” tuturnya menekankan aspek keikhlasan.
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa hilangnya rasa “diawasi” seringkali menjadi pintu masuk bagi tindakan yang merugikan orang banyak. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pejabat publik untuk menjauhi kemaksiatan dan tindakan berisiko yang dapat merusak tatanan sosial.
Di tengah arus politik yang seringkali transaksional, pesan Imanudin ini menjadi anomali yang menyegarkan. Ia membedah bahwa kebahagiaan sejati dalam berkarier bukan ditemukan pada validasi orang lain, melainkan pada kemanfaatan yang dirasakan masyarakat secara nyata.
Pesan ini diharapkan menjadi kompas bagi warga Murung Raya dalam memandang makna kesuksesan yang lebih substantif. “Kita harus selalu berusaha menjadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya menutup diskusi tersebut.(M/Lnkg)










