
BANJARMASIN LENTERAKKALIMANTAN.NET
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mempercepat penguatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) guna mewujudkan integrasi data lintas perangkat daerah yang selama ini masih terpisah. Upaya ini dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Banjarmasin, Rabu (29/4/2026).
Melalui perwakilannya, Muhamad Muslim, Kepala Seksi Pengelolaan Data Statistik Muhammad Hidayatullah menyampaikan bahwa aktivasi akun DTSEN oleh Bappeda Kalimantan Selatan dan Diskominfo Kalimantan Selatan telah rampung dan kini masuk tahap pengisian data.
“Akunnya sudah kita aktivasi dan akan kita tindak lanjuti dengan pengisian data yang diperlukan,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah ini menjadi fondasi penting untuk memperbaiki tata kelola data di daerah, sekaligus menjawab persoalan data sektoral yang selama ini belum terhubung antar-SKPD.
Menurutnya, kehadiran portal data daerah diharapkan mampu menjadi penghubung antarinstansi, sehingga kebutuhan data lintas sektor dapat terpenuhi secara lebih efektif.
“Masih banyak data di SKPD yang belum terkoneksi. Harapannya, portal data bisa menjembatani kebutuhan tersebut, termasuk mendukung DTSEN,” tambahnya.
Selain integrasi sistem, tantangan lain juga datang dari aspek sumber daya manusia, khususnya pemahaman teknis dalam pengelolaan data. Karena itu, sosialisasi dan rakor dinilai penting untuk menyamakan persepsi serta meningkatkan kapasitas pelaksana di lapangan.
Ke depan, Pemprov Kalsel menargetkan integrasi data berbasis Nomor Induk Kependudukan sebagai kunci utama, sehingga seluruh data sosial, kesehatan, dan sektor lainnya dapat terhubung dalam satu sistem.
“Kita ingin data cukup berbasis NIK, sehingga benar-benar bermanfaat untuk program kesejahteraan masyarakat dan tepat sasaran,” jelasnya.
Dengan penguatan DTSEN, pemerintah optimistis intervensi program di berbagai sektor dapat lebih akurat, efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat di seluruh Kalimantan Selatan(mckalsel/lnk).














