
BANJARMASIN LENTERAKALIMANTAN.NET
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pertemuan Penyusunan Perencanaan Obat, Obat Program dan Perbekalan Kesehatan Terpadu Satu Pintu sebagai langkah strategis memperkuat ketersediaan serta mutu layanan kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, menegaskan sektor kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya melalui penguatan sistem penyediaan obat dan vaksin.
“Kementerian Kesehatan RI berperan penting dalam pembangunan Indonesia di bidang kesehatan. Program Indonesia Sehat merupakan bentuk dukungan tersebut, di mana melalui Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan harus mampu menjamin akses, kemandirian, dan mutu sediaan farmasi serta alat kesehatan, termasuk tersedianya obat dan vaksin di fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya di Banjarmasin, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, perencanaan kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan merupakan fungsi krusial yang menentukan kualitas pelayanan kesehatan, terutama di tingkat puskesmas.
“Perencanaan kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan merupakan salah satu fungsi yang sangat menentukan kualitas pelayanan kesehatan di sarana pelayanan kesehatan, salah satunya puskesmas. Agar ketersediaan obat di puskesmas berkesinambungan, maka sangat dibutuhkan perencanaan kebutuhan obat yang matang sesuai pola penyakit dan kebutuhan pelayanan kesehatan dasar,” jelasnya.
Selain itu, penggunaan obat secara rasional juga harus menjadi perhatian dalam penyusunan kebutuhan, agar pelayanan berjalan efektif dan efisien.
“Penggunaan obat yang rasional merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam penyusunan kebutuhan obat di puskesmas, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan efektif dan efisien,” tambahnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan pertemuan terpadu satu pintu ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk memperkuat tata kelola logistik kesehatan agar lebih terarah dan terintegrasi.
“Melalui pertemuan ini, kami menargetkan terpenuhinya ketersediaan obat, vaksin dan perbekalan kesehatan di fasyankes, tidak terjadi tumpang tindih anggaran, serta mencegah kekosongan maupun kelebihan stok. Dengan demikian, kebutuhan obat program di fasilitas pelayanan kesehatan dapat terpenuhi secara optimal,” pungkasnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan berharap hasil pertemuan tersebut dapat memperkuat sinergi perencanaan logistik kesehatan di daerah sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas dan berkesinambungan(mckalsel/lnk).













