
BANJARMASIN LENTERAKKALIMANTAN.NET
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan rehabilitasi menyeluruh Rumah Jabatan Gubernur Kalsel di kawasan Mahligai Pancasila, Jalan Suprapto, Banjarmasin, setelah bangunan tersebut berdiri selama 34 tahun tanpa pernah direhabilitasi total sejak dibangun pada 1991.
Selama ini, bangunan hanya mendapatkan pemeliharaan rutin di sejumlah bagian. Seiring usia bangunan yang terus bertambah, berbagai fasilitas dinilai sudah tidak layak digunakan.
Beberapa kerusakan yang ditemukan di antaranya material interior yang mulai keropos, plafon rusak, jaringan listrik yang perlu diperbarui, hingga sistem pendingin ruangan yang tidak lagi berfungsi optimal.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha mengatakan, rehabilitasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi bangunan sekaligus mempertahankan nilai arsitektur dan kearifan lokal yang menjadi identitas rumah jabatan gubernur.
“Rumah Jabatan Gubernur Kalsel ini dibangun tahun 1991 dan sejak saat itu belum pernah direhab total. Penanganannya hanya pemeliharaan rutin, sehingga sekarang memang waktunya perlu dilakukan pembenahan menyeluruh,” ujar Ryan, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, rehabilitasi tidak hanya dilakukan pada rumah jabatan gubernur, tetapi juga mencakup Gedung Astakona atau Gedung PKK serta bangunan pendukung untuk asisten rumah tangga (ART).
Pekerjaan dilakukan secara bertahap selama dua tahun anggaran. Pada 2025, fokus rehabilitasi diarahkan pada pembenahan sarana olahraga dan bagian depan rumah jabatan, sedangkan tahap lanjutan pada 2026 akan mencakup pekerjaan yang lebih besar dan menyeluruh.
“Pada tahap kedua tahun 2026 pekerjaannya lebih banyak, mulai dari penyelesaian atap, rehabilitasi Gedung Astakona, pembaruan jaringan perpipaan, penambahan dan perbaikan pendingin ruangan, hingga rehabilitasi ruang tambahan di belakang untuk ART,” jelasnya.
Menurut Ryan, pembenahan dilakukan mulai dari interior, dinding, plafon, instalasi Mechanical Electrical Plumbing (MEP), jaringan listrik, hingga sistem perpipaan bangunan.
Selain itu, sejumlah fungsi ruang juga akan disesuaikan agar lebih mendukung kegiatan pemerintahan dan penerimaan tamu resmi daerah.
“Nantinya akan ada aula yang lebih luas untuk menerima tamu. Penggunaan anggaran terbesar memang ada pada penataan interior dan perubahan fungsi ruang,” katanya.
Sementara itu, untuk bangunan Mahligai Pancasila, perbaikan yang dilakukan bersifat ringan dan difokuskan pada fasilitas penunjang seperti toilet dan sarana pendukung lainnya.
Melalui rehabilitasi tersebut, Pemprov Kalsel menegaskan komitmennya menjaga aset daerah agar tetap representatif, layak digunakan, dan mampu menunjang aktivitas pemerintahan serta pelayanan tamu daerah secara optimal(mckalsel/lnk).















