BANJARBARU – LENTERAKKALIMANTAN.NET, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyoroti pentingnya sentuhan humanis dalam tata kelola pemerintahan daerah. Di hadapan masyarakat yang memadati Lapangan Murjani, Senin (20/4/2026), Maman menyebut kepemimpinan berbasis hati sebagai motor penggerak utama kemajuan dan kesejahteraan bagi Kota Banjarbaru yang kini memasuki usia ke-27 tahun.

Dalam perayaan Hari Jadi ke-27 Banjarbaru tersebut, Maman secara khusus menaruh optimisme besar terhadap arah kebijakan kota di bawah kepemimpinan wali kota perempuan. Baginya, pendekatan yang mengedepankan empati dan sisi humanis adalah kunci untuk menyentuh kebutuhan akar rumput secara efektif.

“Kalau sebuah kota dipimpin dengan hati, saya yakin masyarakatnya akan semakin maju dan sejahtera,” ujar Maman di sela-sela kegiatan.

Selain menyinggung gaya kepemimpinan, Maman memberikan apresiasi terhadap keberpihakan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memajukan sektor ekonomi kerakyatan. Ia mencatat bahwa inisiatif nyata telah dijalankan Pemkot Banjarbaru, terutama dalam membangun kolaborasi lintas sektor yang inklusif untuk memperkuat ekosistem UMKM lokal.

Menurut Maman, semangat yang diusung dalam tema Hari Jadi ke-27, yakni “Kita Gawi Sabharataan” (Bekerja Bersama-sama), bukan sekadar slogan, melainkan modal sosial yang krusial. Ia menegaskan bahwa dalam ekosistem pembangunan modern, tidak ada satu pun daerah yang bisa melaju pesat tanpa dukungan sinergis dari pemerintah pusat hingga provinsi.

“Tidak ada pembangunan yang bisa berhasil jika dikerjakan sendiri. Kunci utamanya adalah kolaborasi,” tegas Maman.

Optimisme Menteri UMKM ini menjadi catatan penting bagi Banjarbaru untuk terus mengintegrasikan kebijakan ekonomi berbasis UMKM dengan pendekatan sosial yang merangkul seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, harmoni antara kebijakan pemerintah dan partisipasi warga dapat membawa kota ini menjadi etalase kemajuan di Kalimantan Selatan.

Bagikan: