MURUNG RAYA – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Pembangunan daerah yang berkualitas tidak lagi bisa hanya mengandalkan perencanaan dari balik meja birokrasi. Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Fitriadi Faiq, menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dan ide-ide kreatif warga adalah bahan bakar utama bagi percepatan pembangunan yang bermutu di pelosok desa.

“Ide kreatif dari warga adalah bahan bakar pembangunan. Pemerintah dan DPRD bertugas merumuskan, mengeksekusi, dan mengawasi, tetapi arahnya harus datang dari kebutuhan riil di lapangan,” ujar Fitriadi melalui pesan singkat, Minggu, 19 April 2026.

Menurut Fitriadi, esensi pembangunan yang tepat guna, tepat waktu, dan tepat sasaran di Kabupaten Murung Raya sangat bergantung pada seberapa jauh aspirasi masyarakat didengar. Ia menekankan bahwa setiap usulan warga harus melalui proses seleksi ketat berdasarkan data, kelayakan, dan manfaat jangka panjang.

“Percepatan tanpa mutu adalah pemborosan. Mutu tanpa percepatan adalah keterlambatan. Kita butuh keduanya,” tegasnya.

Untuk menjembatani hal tersebut, Fitriadi mengusulkan tiga jalur partisipasi yang harus diperkuat oleh pemerintah daerah:

◼️Forum Musyawarah Pembangunan (Musrenbang): Memastikan proses yang lebih inklusif hingga menyentuh tingkat desa dan kelurahan.
◼️Kanal Digital Aspirasi: Membangun ruang komunikasi yang responsif, transparan, dan terdokumentasi dengan baik.
◼️Kemitraan Strategis: Melibatkan komunitas, akademisi, dan pelaku usaha untuk melakukan uji gagasan terhadap rencana kebijakan sebelum dieksekusi.

Fitriadi juga menyatakan dukungan penuhnya terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Murung Raya yang memprioritaskan pembangunan dari pelosok desa. Ia meyakini bahwa dengan melibatkan warga sejak tahap perencanaan, rasa memiliki terhadap hasil pembangunan akan tumbuh, yang sekaligus akan memperkuat fungsi pengawasan sosial secara alami.

Menurutnya, pembangunan yang bermutu memiliki tolok ukur yang jelas: perbaikan layanan dasar, pertumbuhan ekonomi lokal, dan terjaganya lingkungan hidup.

Ke depan, Fitriadi mendorong pola kerja yang lebih proaktif dengan konsep “jemput bola” terhadap ide masyarakat. Ia optimistis, dengan kolaborasi yang konsisten antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat, Murung Raya mampu melompat lebih jauh.

“Kemajuan daerah adalah kerja bersama. Kerja bersama yang terbaik selalu dimulai dari gagasan rakyat yang didengar, dihargai, lalu diwujudkan dengan dedikasi dan loyalitas tanpa pamrih,” pungkasnya.(Lkg)

Bagikan: