
MARABAHAN – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) mulai bergerak serius memetakan potensi sumber daya alam (SDA) sebagai motor baru pembangunan daerah. Pada Senin (13/4), Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, turun langsung memimpin survei lapangan guna meninjau titik-titik potensial konsesi tambang pasir yang tersebar di sepanjang aliran sungai wilayah tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan infrastruktur dan penguatan fiskal daerah melalui pemanfaatan kekayaan alam yang selama ini belum tergarap secara maksimal secara administratif maupun ekonomi.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati menyisir delapan lokasi krusial yang diproyeksikan memiliki cadangan pasir melimpah. Lokasi-lokasi tersebut meliputi:
◾Muara Pulau
◾Jambu Baru
◾Kabuau
◾Jarenang
◾Kuripan
◾Rimbun Tulang
◾Tabatan
◾Tabatan Baru.
Bupati menegaskan bahwa survei ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah awal dalam pengkajian teknis untuk memastikan legalitas dan nilai ekonomis dari deposit pasir yang tersedia.
“Pemerintah daerah akan mengkaji lebih lanjut pemanfaatan pasir tersebut agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan di Barito Kuala,” ujar H. Bahrul Ilmi di sela-sela peninjauan lapangan.
Kehadiran Kepala Dinas Perhubungan serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dalam rombongan menunjukkan bahwa rencana konsesi ini akan melibatkan integrasi lintas sektor. Dinas Perhubungan akan fokus pada aspek logistik dan alur transportasi sungai, sementara DPMPTSP bertugas menyiapkan karpet merah bagi investasi yang sesuai dengan regulasi.
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menargetkan bahwa melalui tata kelola konsesi yang transparan, potensi pasir ini tidak hanya menjadi bahan baku material fisik, tetapi juga kontributor signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Setelah survei lapangan ini, tim teknis dijadwalkan akan melakukan analisis dampak lingkungan (Amdal) dan studi kelayakan ekonomi. Hal ini dilakukan agar eksploitasi potensi alam di masa depan tetap berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan tidak merugikan ekosistem sungai di Barito Kuala.(Kominfo/lnk)
.













