PURUK CAHU – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Di tengah melimpahnya stok padi lokal pascapanden, ancaman inflasi akibat gejolak harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai membayangi daya beli masyarakat Kabupaten Murung Raya. Anggota DPRD Murung Raya, Tuti Marheni, S.E., memperingatkan warga untuk segera memperketat manajemen domestik sebelum harga kebutuhan pokok ikut terseret naik mengikuti kurva pasar energi.

Tuti menekankan bahwa momentum panen padi lokal saat ini seharusnya menjadi peluang bagi warga untuk menyeimbangkan neraca pengeluaran dan pemasukan. Ia menggarisbawahi pentingnya menggunakan bahan pokok sesuai kebutuhan sebagai langkah preventif menghadapi masa sulit.

“Sebelum memasuki masa sulit di mana harga bahan bakar minyak mulai menegang dan harga kebutuhan pokok lainnya mengikuti pasaran BBM, kita harus bisa menyeimbangi pemasukan dan pengeluaran,” ujar Tuti Marheni, Selasa (31/3/26) dalam keterangan resminya.

Bagi keluarga dengan anak yang sedang menempuh pendidikan di tingkat sekolah maupun universitas, manajemen keuangan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Menurut Tuti, kedisiplinan dalam konsumsi harian akan menentukan keberlangsungan biaya pendidikan di masa depan.

“Mulai dari saat ini, kita bisa memastikan kalau pendapatan saat ini bisa bermanfaat bagi segala kebutuhan mereka (anak-anak),” tambahnya, merujuk pada pentingnya alokasi dana pendidikan agar tidak tergerus oleh konsumsi yang berlebihan.

Melalui langkah ini, Tuti berharap masyarakat Murung Raya dapat hidup lebih sejahtera dan tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi makro yang tak menentu. Di sisi lain, DPRD Kabupaten Murung Raya menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan warga.

Pihak legislatif juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan kritik, saran, dan masukan konstruktif demi kemajuan Bumi Tira Tangka Balang. “Kita harus bisa mengatur keuangan dengan bijak dan tidak berlebihan dalam menggunakan bahan pokok,” tutup legislator tersebut.(Lkng)

 

Bagikan: