PURUK CAHU – LENTERAKKALIMAN.NET
Di tengah gema takbir yang menandai berakhirnya Ramadan 1447 H, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Johansyah, S.E, M.I.P, menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi Idulfitri. Ia menekankan bahwa perayaan tahun ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum penguatan fondasi sosial di Bumi Tana Malai Tolung Lingu.

Johansyah menyoroti betapa kuatnya ikatan persaudaraan antarumat beragama di Kabupaten Murung Raya yang terjaga selama bulan suci hingga hari kemenangan.

“Kami apresiasi toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Murung Raya. Kami mengucapkan terima kasih kepada umat beragama lainnya yang telah menunjukkan rasa toleransi dan menghargai kami sejak awal Ramadhan. Hal ini dapat dijadikan contoh bagi kita semua,” ujar Johansyah dalam keterangannya di Puruk Cahu, Selasa (17/3).

Bagi politikus senior ini, Lebaran 1447 H harus dimaknai dengan kedamaian hati dan kebesaran jiwa. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan hari raya sebagai jembatan silaturahmi yang memutus sekat-sekat perbedaan pasca-Ramadan.

Beberapa poin utama yang ditekankan dalam ajakannya meliputi:
◾Harmoni Sosial: Menjaga persatuan sebagai modal utama pembangunan daerah.
◾Kedaulatan Nilai: Memperkuat ikatan sosial yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
◾Visi Daerah: Mewujudkan Murung Raya yang berdaulat, adil, dan makmur melalui semangat gotong royong.

Menutup pesannya, Johansyah secara pribadi dan atas nama keluarga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh konstituen dan masyarakat Murung Raya. Ia berharap Idulfitri kali ini membawa transformasi spiritual yang nyata bagi setiap individu.

“Semoga kita semua dirahmati Allah SWT dan merayakan Idul Fitri dengan bahagia, damai, serta penuh makna,” pungkasnya.

 

Bagikan: