BARITO KUALA – LENTERAKKALIMANTAN.NET

Di bawah naungan kemegahan Jembatan Barito, denyut ekonomi kreatif masyarakat Barito Kuala baru saja mencapai puncaknya. Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, secara resmi menutup gelaran Kuliner Ramadan Baiman 1447 Hijriah yang berlokasi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jembatan Barito, Minggu sore (15/3/2026).

Acara yang menjadi magnet bagi pemburu takjil ini tidak sekadar ritual tahunan, melainkan manifestasi nyata kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa transaksi ekonomi yang masif selama Ramadan menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kuliner Ramadan Baiman menjadi wadah bagi para pelaku UMKM, khususnya pedagang kuliner, untuk memasarkan produk mereka sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Bahrul Ilmi.

Meski sukses menggerakkan roda ekonomi, perjalanan festival kuliner tahun ini bukan tanpa hambatan. Faktor alam menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Bupati menyinggung insiden hujan deras dan angin kencang yang sempat menerjang dan berdampak pada beberapa stan pedagang di area terbuka tersebut.

Namun, kendala tersebut justru dipandang sebagai parameter untuk peningkatan kualitas di masa mendatang. “Hal tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik lagi,” tambahnya, menekankan pentingnya mitigasi risiko untuk kegiatan outdoor serupa.

Kesuksesan acara ini disebut sebagai hasil sinergi antara Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Kabupaten Barito Kuala dengan para pelaku usaha. Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh pihak yang menjaga eksistensi produk lokal di tengah persaingan pasar.

Penutupan dilakukan secara simbolis dengan ucapan syukur. “Dengan ini kegiatan Kuliner Ramadan Baiman 1447 Hijriah pada hari Minggu, 15 Maret 2026, secara resmi saya nyatakan selesai dan ditutup,” pungkasnya yang diakhiri dengan lafaz Alhamdulillahirabbil ‘alamin.(Kominfo/lnk)

 

Bagikan: