PURUK CAHU – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya meminta Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) untuk tidak sekadar menjalankan program seremonial. Sebaliknya, lembaga ini didorong menjadi garda terdepan dalam mengeksekusi program pembangunan yang berdampak langsung pada akar rumput.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Nisha Angraeni, menanggapi langkah strategis TP-PKK yang mulai memetakan rencana kerja melalui Rapat Sinkronisasi Kegiatan Tahun 2026.

Nisha menilai, sinkronisasi yang dilakukan sejak dini antara pengurus tingkat kabupaten dan kecamatan adalah kunci agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran dan distribusi manfaat.

“Langkah ini sangat strategis dalam meningkatkan koordinasi dan sinergi antara TP-PKK kabupaten dan kecamatan, sehingga program-program yang disusun dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga,” ujar Nisha saat memberikan keterangan resmi di Puruk Cahu.

Dalam kacamata legislatif, TP-PKK memiliki struktur yang menjangkau hingga unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Oleh karena itu, Nisha menekankan bahwa pada tahun anggaran 2026, PKK harus mampu mengintervensi tiga sektor krusial: Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi.

Ia menegaskan bahwa PKK bukan sekadar mitra pemerintah dalam kegiatan sosial, melainkan aktor pembangunan yang memiliki peran strategis. “TP-PKK harus menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga, dengan fokus pada program-program yang dapat memberikan dampak jangka panjang,” tambahnya.

Menutup keterangannya, politisi perempuan ini memastikan bahwa DPRD Kabupaten Murung Raya akan mengawal dan memberikan dukungan penuh terhadap perluasan jangkauan pelayanan masyarakat yang diinisiasi oleh TP-PKK.

“Kami siap mendukung dan bekerja sama dalam mewujudkan keluarga sejahtera di Kabupaten Murung Raya, dengan komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.(Lkg)

 

Bagikan: