
TABALONG – LENTERAKKALIMANTANA.NET
Polres Tabalong mengerahkan personel gabungan secara masif untuk mengamankan rangkaian ibadah Hari Suci Paskah 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Tabalong. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta memberikan rasa khidmat bagi umat Nasrani yang menjalankan ibadah.
Memasuki puncak peringatan Paskah, kepolisian membagi fokus pengamanan pada titik-titik krusial. Pada ibadah Jumat Agung, Jumat (3/4/2026), penebalan personel dipusatkan di wilayah perkotaan, termasuk:
◾Gereja Eppata Maburai
◾GKE Imanuel Pertamina
◾GPdI Desa Kapar
Sementara itu, gereja di wilayah Kecamatan Tanta, Upau, Haruai, dan Murung Pudak berada di bawah pengawalan ketat jajaran Polsek setempat dengan dukungan instansi terkait.
Rangkaian pengamanan telah dimulai sejak ibadah Kamis Putih (2/4/2026) malam yang mengusung tema “Pertobatan Diri Demi Misi dan Evangelisasi.” Berdasarkan data Polres Tabalong, ribuan jemaat tercatat mengikuti ibadah di berbagai titik, di antaranya:
✅Murung Pudak: Gereja Katolik Paroki Ave Maria (±500 jemaat), dipimpin Pendeta Edi Taran, MSC.
✅Haruai: Gereja St. Santo Yosef (±500 jemaat) dipimpin Pendeta Abba, MSC, serta Gereja Isodorus (±130 jemaat) oleh Pendeta Antonius Budi Wihadono, Pr.
✅Tanta: Gereja Santa Anna Warukin (±150 jemaat) dipimpin Romo Sujono, MSC.
Upau: Gereja Stasi Santo Paulus (±30 jemaat) dipimpin Pendeta Widi Hargono, M.Sc.
Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr. Opsla, melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri adalah jaminan konstitusional bagi setiap warga negara untuk beribadah dengan tenang.
“Kami berupaya memastikan seluruh rangkaian ibadah umat Nasrani berjalan dengan aman, lancar, dan khidmat. Polres Tabalong bersama jajaran akan terus melakukan pengamanan hingga seluruh rangkaian kegiatan Paskah selesai pada Minggu (5/4/2026),” tegas Iptu Heri Siswoyo.
Melalui operasi pengamanan ini, Polres Tabalong menargetkan situasi kamtibmas tetap kondusif, sekaligus menunjukkan sinergi kuat antara aparat keamanan dan masyarakat di Bumi Saraba Kawa dalam menjaga toleransi antarumat beragama.(humrestab)













