BANJARMASIN LENTERAKKALIMANTAN.NET

Ferina resmi terpilih sebagai Ketua Muaythai Indonesia (MI) Kalimantan Selatan periode baru melalui Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) yang digelar di Banjarmasin, Jumat (15/5/2026).

Usai terpilih, Ferina menegaskan akan segera menyusun struktur kepengurusan baru dan mempercepat program pembinaan atlet untuk menghadapi berbagai kejuaraan tingkat nasional hingga internasional.

“Selanjutnya kita akan melakukan penyusunan organisasi kepengurusan untuk menjaring atlet-atlet yang akan kita bina menghadapi kejuaraan nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia mengatakan, visi kepemimpinannya adalah membawa cabang olahraga Muaythai di Kalimantan Selatan menjadi lebih maju, berprestasi, serta semakin dikenal masyarakat luas.

“Yang jelas visinya adalah untuk memberikan cabang olahraga Muaythai di Kalsel ini lebih maju, prestasinya lebih meningkat, dan lebih memasyarakatkan bela diri Muaythai di Kalimantan Selatan,” katanya.

Selain fokus pada peningkatan prestasi, Ferina juga berencana memperkuat pembinaan atlet usia dini melalui sejumlah program baru yang akan disiapkan pengurus ke depan.

“Kemungkinan kita akan memberikan program baru untuk usia dini. Artinya olahraga ini untuk usia dini pun bisa kita terapkan selain karate dan yang lainnya, tentunya berpotensi berprestasi,” jelasnya.

Terkait dualisme dan konflik organisasi yang sebelumnya sempat terjadi, Ferina menegaskan pihaknya akan mengikuti arahan Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) terkait status atlet-atlet yang terdampak persoalan tersebut.

“Bagi saya, selagi mereka masih menjunjung tinggi nama daerah dan berniat memberikan prestasi terbaik buat daerahnya, kemungkinan kita akan usahakan untuk bisa diberikan latihan lanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti optimistis Ferina mampu membawa Muaythai Kalsel berkembang lebih baik.

“Saya yakin Ibu Ferina mampu, karena dari rekam jejaknya memang pecinta olahraga,” ujarnya.

LaNyalla juga menegaskan kepengurusan lama telah dibekukan PB MI karena dinilai melanggar aturan organisasi dan menyebarkan mosi tidak percaya terhadap ketua umum.

“Yang memiliki legitimasi sekarang hanya Ibu Ferina. Kalau ada pihak lain mengatasnamakan Muaythai, silakan dilaporkan,” tegasnya.

Menurutnya, pembekuan pengurus lama dilakukan sesuai ketentuan AD/ART organisasi dan juga terjadi di sejumlah provinsi lain di Indonesia.

PB Muaythai Indonesia pun meminta kepengurusan baru segera menyusun program kerja dan fokus menyiapkan atlet menghadapi agenda nasional maupun internasional, termasuk kejuaraan di Malaysia, PON, hingga SEA Games.

“Kita akan fokus membina atlet sampai ke Kejurnas, PON hingga SEA Games,” tutup LaNyalla(mckalsel/lnk).

Bagikan: