BANJARMASIN LENTERAKKALIMANTAN.NET

UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin optimistis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sebesar lebih dari Rp1,027 miliar dapat tercapai. Keyakinan tersebut didorong capaian PAD tahun sebelumnya yang berhasil memenuhi target pemerintah daerah.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Ahmad Jaki, mengatakan sejumlah sektor layanan pelabuhan menjadi penopang utama pendapatan daerah. Sumber PAD berasal dari pemanfaatan fasilitas pelabuhan, mulai dari sewa gudang, warung, selasar, cold storage, lahan cold storage, hingga tambat labuh kapal.

“Untuk target PAD tahun ini lebih dari Rp1 miliar 27 juta dan kami optimis bisa tercapai. Karena pada tahun 2025 lalu capaian PAD juga berhasil memenuhi target yang diberikan,” ujarnya di Banjarmasin, Kamis (7/5/2026).

Menurut Ahmad Jaki, optimalisasi fasilitas kawasan pelabuhan terus dilakukan untuk menjaga tren peningkatan pendapatan. Di sisi lain, pembenahan sarana dan prasarana juga menjadi fokus agar pemanfaatan lahan lebih maksimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

“Pendapatan yang diperoleh berasal dari pemanfaatan fasilitas yang ada di kawasan pelabuhan, mulai dari sewa gudang, warung, selasar, cold storage, lahan cold storage hingga tambat labuh kapal. Semua ini terus kami optimalkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas infrastruktur pelabuhan dinilai penting untuk mendukung aktivitas usaha perikanan sekaligus menciptakan kenyamanan bagi pelaku usaha maupun masyarakat.

“Ke depan kami akan terus melakukan perbaikan sarana dan prasarana agar pemanfaatan lahan semakin optimal dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih nyaman,” katanya.

Tak hanya berfokus pada peningkatan PAD, UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin juga mendorong pengembangan sektor pengolahan hasil perikanan di lingkungan sekitar pelabuhan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk perikanan daerah.

“Kami juga ingin pengolahan produk perikanan bisa berkembang di masyarakat sekitar pelabuhan, sehingga hasil perikanan tidak hanya dijual mentah tetapi juga memiliki nilai tambah,” pungkas Ahmad Jaki(mckalsel/lnk).

Bagikan: