
BANJARMASIN – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan tancap gas memperkuat kolaborasi lintas daerah. Melalui Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Kepemudaan dan Olahraga yang digelar di Banjarmasin, Rabu (22/4/2026), pemerintah provinsi menegaskan pentingnya menyamakan persepsi guna menciptakan ekosistem pembinaan pemuda dan olahraga yang lebih terukur.
Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, menekankan bahwa Rakernis ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan forum strategis untuk membedah tantangan teknis di lapangan. Fokus utamanya adalah memetakan pembagian peran yang jelas, terutama dalam pembinaan atlet usia dini dan pengembangan potensi pemuda di tengah keterbatasan anggaran.
“Siang ini kita duduk bersama dengan teman-teman kabupaten/kota untuk membahas berbagai hal teknis, baik di bidang olahraga maupun kepemudaan. Kita ingin ada kejelasan pembagian peran, terutama dalam pembinaan usia dini,” ujar Pebriadin saat membuka rapat.
Ia menegaskan, keberhasilan provinsi dalam mencetak prestasi nasional maupun internasional bukanlah kerja tunggal. Capaian di tingkat provinsi, menurutnya, merupakan akumulasi dari kinerja kabupaten/kota.
“Tidak mungkin provinsi bisa berjalan optimal jika kabupaten/kota cenderung pasif. Karena pada dasarnya, capaian provinsi merupakan akumulasi dari kinerja daerah,” tambahnya dengan nada tegas.
Untuk memaksimalkan potensi wilayah, Dispora Kalsel memperkenalkan skema pembentukan klaster pembinaan. Strategi ini dirancang agar program kewirausahaan pemuda dan pelatihan olahraga lebih tepat sasaran berdasarkan karakteristik geografis dan potensi lokal:
◼️Klaster Hulu Sungai: Dibagi menjadi dua sub-wilayah untuk efektivitas pembinaan.
◼️Klaster Banjar–Banjarmasin–Tapin: Fokus pada sinergi kawasan aglomerasi.
◼️Klaster Tenggara: Meliputi Tanah Bumbu, Tanah Laut, dan Kotabaru.
Sebagai langkah konkret, Dispora Kalsel mewajibkan seluruh pemerintah daerah segera menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD). Dokumen ini dipandang sebagai instrumen vital agar program yang dijalankan tidak sekadar rutinitas, tetapi terarah, terukur, dan berkelanjutan.
“Kami akan memfasilitasi kabupaten/kota dalam penyusunan RAD, mulai dari mengidentifikasi kekurangan hingga mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi,” janji Pebriadin.
Pertemuan ini dihadiri oleh pemangku kepentingan kunci, termasuk Dispora dari seluruh kabupaten/kota se-Kalsel, KONI Kalsel, KORMI, NPC, SOIna, Kwarda, hingga perwakilan Hasnur Center. Melalui kolaborasi ini, Dispora Kalsel berharap seluruh elemen dapat bergerak dalam satu irama untuk membangun masa depan pemuda dan olahraga Banua yang lebih gemilang.(*)













