MARABAHAN – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) memasang target ambisius dalam penyelenggaraan perlindungan anak tahun ini. Berbekal predikat Kategori Madya yang diraih pada 2025 dengan skor 668,17, Pemkab Batola kini membidik lonjakan peringkat ke jenjang Nindya.

Upaya ini ditegaskan melalui Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) sekaligus Workshop Finalisasi Pengisian Evaluasi Mandiri KLA Tahun 2026 yang digelar di Aula Bahalap, Senin (20/4/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala, yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Wahyu Adibawono, menekankan bahwa capaian tahun lalu adalah fondasi untuk perbaikan yang lebih komprehensif. Ia menuntut seluruh perangkat daerah tidak sekadar bekerja administratif, tetapi menunjukkan komitmen aktif sesuai indikator di tiap klaster.

“Capaian ini patut kita syukuri, namun sekaligus menjadi tantangan bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas pemenuhan hak anak ke arah yang lebih baik. Saya mengharapkan komitmen aktif seluruh perangkat daerah sesuai indikator klasternya masing-masing, sehingga kita berharap predikat Madya yang sudah kita raih dapat meningkat ke lebih baik yakni predikat Nindya,” ujar Wahyu dalam sambutannya.

Optimisme Pemkab Batola bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi kinerja 2025, terjadi lompatan signifikan pada dua area krusial dibandingkan catatan tahun 2023. Klaster Kelembagaan tercatat naik dari 56% menjadi 69,5%. Lebih impresif lagi, Klaster I yang mencakup Hak Sipil dan Kebebasan melesat dari 45% ke angka 73,91%.

Workshop ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah daerah untuk menuntaskan evaluasi mandiri sebagai syarat mutlak penilaian KLA 2026. Dengan mengoptimalkan data dan pemenuhan indikator, Pemkab Batola berharap mampu menjawab tantangan peningkatan kualitas perlindungan anak di tingkat yang lebih tinggi. (Kominfo/lenka)

Bagikan: