
PURUK CAHU – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Fenomena kenakalan remaja seringkali dipandang sebagai jalan buntu bagi masa depan anak. Namun, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, S.Sos., S.H., S.P., M.M., M.AP., justru melihat hal tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, perilaku menyimpang di usia transisi bukanlah sebuah kesalahan fatal yang tidak dapat diperbaiki, melainkan sinyal kurangnya wadah ekspresi bagi potensi anak.
Bebie menegaskan bahwa tanggung jawab besar kini berada di pundak para pendidik dan orang tua. Alih-alih memberikan stigma negatif, ia mendorong upaya kolektif untuk melakukan pembinaan karakteristik yang lebih humanis dan terukur melalui pengembangan bakat.
“Tinggal bagaimana caranya guru dan kita selaku orang tua mereka sebisa mungkin untuk membina dan membimbing karakteristik dan mengembangkan bakat yang mereka miliki,” ujar Bebie dalam keterangannya yang disampaikan dengan nada persuasif, Senin (6/4/2026).
Politikus Murung Raya ini meyakini bahwa setiap anak memiliki “permata” tersembunyi berupa potensi besar di berbagai bidang keterampilan yang seringkali luput dari pengamatan sistem pendidikan konvensional. Ia menegaskan, tanpa adanya dorongan yang tepat, potensi tersebut akan layu sebelum berkembang. “Mereka memiliki potensi besar dan perlu dikembangkan,” tambahnya singkat namun tegas.
Sebagai bentuk keseriusan dalam membenahi ekosistem tumbuh kembang anak di wilayahnya, Bebie menginstruksikan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk fokus pada lima pilar utama:
◾Akselerasi Kualitas Pendidikan: Menjamin pelayanan pendidikan yang tidak sekadar formalitas.
◾Modernisasi Fasilitas: Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang menunjang eksplorasi bakat.
◾Wadah Kreativitas: Penciptaan program pengembangan bakat dan minat anak secara berkelanjutan.
◾Sinergi Domestik: Penguatan bimbingan serta dukungan emosional dari orang tua di rumah.
◾Kolaborasi Pentahelix: Kerja sama erat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat luas.
Langkah ini dipandang krusial untuk memutus rantai kenakalan remaja yang kerap berujung pada masalah sosial yang lebih kompleks. Dengan mengalihkan energi anak dari perilaku negatif menuju pencapaian prestasi, Bebie berharap Kabupaten Murung Raya dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan daya saing yang tinggi.
Target akhirnya sudah jelas: transformasi dari anak yang dianggap “bermasalah” menjadi individu berprestasi yang siap membangun daerah di masa depan.(Lkg)










