BANJARMASIN LENTERAKKALIMANTAN.NET

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan tenaga kerja. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di kawasan Siring 0 Kilometer Kota Banjarmasin, Minggu.

Momentum ini dinilai strategis untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis di tengah tantangan pemenuhan hak dan perlindungan pekerja yang masih perlu ditingkatkan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Momentum Hari Buruh harus menjadi ruang memperkuat sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja,” ujar Muhidin.

Ia menekankan, hubungan yang selaras antara ketiga unsur tersebut menjadi kunci dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif sekaligus mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Peringatan Hari Buruh 2026 diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari senam bersama, donor darah, bazar pasar murah, hingga pelayanan kesehatan. Aktivitas ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pekerja dan masyarakat.

Di sisi lain, Muhidin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membuka peluang investasi seluas-luasnya di Kalimantan Selatan. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap investasi harus sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.

“Kita membuka ruang investasi seluas-luasnya di Kalimantan Selatan. Namun, investasi tersebut harus sejalan dengan upaya menyejahterakan pekerja. Pemerintah akan terus hadir untuk memastikan keseimbangan antara kepentingan pengusaha dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa setiap persoalan ketenagakerjaan akan terus dikomunikasikan dan dikoordinasikan bersama seluruh pihak terkait guna mencari solusi terbaik.

“Setiap permasalahan yang muncul selalu kita koordinasikan bersama untuk mendapatkan solusi terbaik. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis kesejahteraan pekerja dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan seiring,” tutupnya.

Melalui peringatan ini, Pemprov Kalsel menargetkan terwujudnya hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, dan berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan daerah yang inklusif(mckalsel/lnk).

Bagikan: