MARABAHAN – LENTERAKALIMANTAN.NET Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) mempercepat langkah untuk menghapus titik buta akses energi di wilayahnya. Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, secara khusus menerima audiensi jajaran Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) PT PLN (Persero) Kalimantan Selatan di Rumah Jabatan Bupati pada Kamis, 3 April 2026, guna memastikan proyek elektrifikasi menyentuh hingga ke level dusun.

Pertemuan strategis ini menjadi kunci koordinasi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tahun anggaran 2026. Fokus utamanya adalah menutup celah rasio elektrifikasi pada pemukiman yang selama ini sulit dijangkau jaringan utama.

Manager PLN UP2K Kalsel, Winardi, melaporkan bahwa meski secara administratif rasio desa di Marabahan telah menyentuh angka 100 persen, realita di lapangan menunjukkan masih ada dusun-dusun yang “tercecer”. Ia mengonfirmasi bahwa tahun ini pihaknya telah merampungkan pembangunan jaringan di tiga titik krusial.

“Tahun ini, kami telah menyelesaikan pembangunan di tiga dusun: Handil Sakatila di Tamban, Antar Raya di Tabukan, serta Patih Selera di Kecamatan Rantau Badauh. Proyek ini sudah tuntas dan kami laporkan progresnya kepada Bapak Bupati,” ujar Winardi dalam audiensi tersebut.

PLN kini membidik wilayah Tabukan sebagai sasaran prioritas berikutnya. Winardi menekankan pentingnya akurasi data dari pemerintah daerah agar investasi infrastruktur tepat sasaran. Ia meminta pemerintah kabupaten bersikap proaktif dalam memetakan daerah yang masih gelap.

“Kami berharap jika masih ada dusun yang belum menikmati listrik, segera sampaikan kepada kami. Komunikasi aktif ini diperlukan agar dukungan pembangunan lebih optimal demi kemajuan Barito Kuala,” tambahnya.

Merespons laporan tersebut, Bupati H. Bahrul Ilmi memberikan apresiasi sekaligus menegaskan bahwa akses listrik adalah hak dasar warga yang tidak bisa ditawar. Ia menjamin birokrasi di bawah kepemimpinannya akan mendukung penuh langkah teknis PLN di lapangan.

“Kami mendukung sepenuhnya gagasan dari PLN. Masih ada beberapa desa atau dusun yang belum terjangkau listrik, dan tentu kami berharap seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat fasilitas listrik secara merata,” tegas Bahrul Ilmi.

Bupati menambahkan bahwa sinergi ini bukan sekadar urusan teknis kabel dan tiang, melainkan instrumen penting untuk mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat di wilayah terpencil.

“Sebagai pemerintah daerah, kami mendukung penuh upaya ini dan berharap program pembangunan listrik desa dapat terus berlanjut serta terwujud dengan baik,” pungkasnya.

Dengan tuntasnya audiensi ini, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dan PLN sepakat untuk memperketat pengawasan proyek agar target pemerataan energi di seluruh pelosok Batola dapat tercapai sebelum pengujung tahun. (Kominfo/lnk)

 

Bagikan: