PURUK CAHU – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Di tengah ambisi percepatan pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan, Kabupaten Murung Raya (Mura) tidak hanya mengandalkan suntikan dana anggaran. Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rumiadi, menegaskan bahwa kerukunan antarwarga dan tradisi gotong royong merupakan “bahan bakar” utama di balik kesuksesan proyek pembangunan di daerah tersebut.

Menurut Rumiadi, sinergi antara kebijakan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat melalui gotong royong menciptakan efisiensi yang tidak dimiliki oleh sistem kerja kontrak konvensional. Ia melihat nilai ini bukan sekadar tradisi, melainkan fondasi stabilitas daerah.

“Kerukunan dan gotong royong adalah nilai-nilai yang sangat penting dalam masyarakat kita,” ujar H. Rumiadi, Sabtu (29/3/26).Saat memberikan apresiasi terhadap kohesivitas sosial warga Murung Raya, baru-baru ini.

Rumiadi menjelaskan bahwa setiap proyek fisik maupun sosial di desa-desa Murung Raya berjalan lebih optimal ketika masyarakat merasa memiliki (sense of belonging). Rasa memiliki ini lahir dari kerukunan yang terjaga, sehingga gesekan antarwarga dapat diredam demi kepentingan umum.

“Dengan gotong royong, kita dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan lebih baik, serta meningkatkan rasa kebersamaan dan persatuan di masyarakat,” tambahnya.

Sebagai representasi rakyat, DPRD Kabupaten Murung Raya berkomitmen untuk tidak sekadar mengetok palu anggaran, tetapi juga memastikan kebijakan yang lahir mendukung pelestarian budaya kolektif ini.

Rumiadi menegaskan bahwa pihak legislatif akan terus mendukung dan mempromosikan kegiatan-kegiatan yang mempererat simpul sosial warga. Hal ini dianggap krusial untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

“Kami berharap bahwa dengan semangat gotong royong dan kerukunan, kita dapat membangun Murung Raya yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas pria yang memiliki latar belakang pendidikan hukum dan ekonomi tersebut.(M/lnkg)

 

Bagikan: