
BANJARBARU – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Wajah pembangunan Kalimantan Selatan tahun 2026 mulai dipetakan. Di tengah optimisme pertumbuhan ekonomi pascapandemi dan penguatan investasi, terselip satu persoalan krusial yang menyita perhatian: kapasitas infrastruktur yang mulai “sesak” di jalur penghubung antar-kabupaten.
Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2026 yang digelar di Banjarbaru, Selasa (7/4), Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, melontarkan usulan tajam terkait pelebaran jalan Marabahan menuju Gampa. Bukan tanpa alasan, jalur ini merupakan urat nadi tunggal yang menyambungkan wilayahnya hingga ke Kabupaten Tapin.
“Kondisi jalan saat ini sudah tidak memadai karena sering dilalui kendaraan besar, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan,” ujar Bahrul Ilmi di hadapan jajaran pimpinan daerah. Ia menegaskan bahwa tanpa peningkatan kapasitas jalan, mobilitas warga dan arus logistik akan terus terancam oleh risiko keselamatan.
Bahrul menaruh harapan besar agar pemerintah provinsi memberikan dukungan penuh pada proyek ini. Baginya, sinkronisasi kebijakan antara kabupaten dan provinsi adalah kunci. “Kami berharap berbagai permasalahan di Barito Kuala dapat diatasi melalui kebijakan dan program pembangunan yang tepat sasaran,” tambahnya.
Agenda tahunan yang mengusung tema “Penguatan Sumber Daya Manusia dan Investasi di Sektor Unggulan Perekonomian dengan Dukungan Infrastruktur yang Berkualitas” ini dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin. Hadir pula secara virtual memberikan arahan strategis, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Dr. Akhmad Wiyagus.
Dalam pidatonya, Gubernur Muhidin memberikan apresiasi terhadap capaian kinerja pembangunan tahun 2025 yang diklaim melampaui target nasional. Ia menilai keberhasilan tahun lalu harus menjadi pijakan untuk menyusun RKPD 2026 yang lebih terintegrasi dengan agenda nasional.
“Kita harus membangun perencanaan yang benar-benar terarah, tepat sasaran, dan mampu memberikan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan,” tegas Muhidin.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa proyek-proyek strategis ke depan akan difokuskan sebagai motor penggerak investasi. Penguatan infrastruktur makro diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga secara langsung membuka lapangan kerja dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Bumi Lambung Mangkurat.
Kini, bola panas pembangunan ada pada proses sinkronisasi anggaran. Apakah usulan pelebaran jalan dari “penjuru” Barito Kuala akan masuk dalam skala prioritas infrastruktur berkualitas di 2026? Jawaban tersebut akan menentukan seberapa lancar roda ekonomi di pesisir sungai Barito ke depannya.(Kominfo/lnk).








