Murung Raya, LENTERAKALIMANTAN.NET 2026 – Umat Buddha di Murung Raya memperingati Hari Raya Waisak 2570 BE / 2026 M bersama seluruh umat Buddha Indonesia dan dunia. Momentum ini menandai tiga peristiwa agung dalam hidup Sang Buddha: kelahiran, pencapaian pencerahan di bawah pohon Bodhi, dan parinibbana.

Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Bupati Heriyus, SE dan Wakil Bupati Rahmanto Muhidin, http://S.HI.,MH menyampaikan doa dan harapan terbaik. Ucapan resmi dirilis Diskominfo SP Murung Raya dengan pesan: _“Semoga cahaya kebijaksanaan membimbing langkah kita menuju kedamaian batin, kebahagiaan, dan kehidupan yang penuh makna.”_

#### Rangkaian Makna Waisak di Tengah Masyarakat

Waisak bukan sekadar ritual tahunan. Tiga tonggak Tri Suci Waisak menjadi cermin bagi umat manusia. Kelahiran Sang Buddha mengingatkan bahwa setiap kehidupan membawa harapan baru. Pencerahan mengajarkan pentingnya kesadaran, pengendalian diri, dan pencarian kebenaran. Parinibbana menutup kisah dengan teladan melepas kemelekatan dan mencapai kedamaian sejati.

Di Murung Raya, peringatan Waisak diisi dengan doa bersama, puja bakti, dan kegiatan sosial. Nilai welas asih diwujudkan lewat berbagi kepada sesama. Rumah ibadah menjadi ruang sunyi untuk merenung, sementara tindakan nyata di luar candi menjadi bukti ajaran Buddha hidup di tengah masyarakat.

Dokumentasi: Diskominfo SP Murung Raya – HUMAS PEMDA
Sumber: Pemerintah Kabupaten Murung Raya | Suara Akar Rumput

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta – Semoga semua makhluk hidup berbahagia 🙏

Bagikan: