PURUK CAHU – LENTERAKKALIMANTAN.NET

Lonjakan volume kendaraan menjelang hari raya Idulfitri kerap memicu ketegangan antar-pengguna jalan. Menanggapi potensi risiko tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rumiadi, S.E., S.H., M.H., menyerukan agar masyarakat menekan ego dan meningkatkan toleransi selama masa arus mudik lebaran berlangsung.

Rumiadi menekankan bahwa etika berkendara bukan sekadar soal kepatuhan hukum, melainkan penentu keselamatan nyawa. Ia mengingatkan bahwa ruang jalan adalah milik bersama yang menuntut pemahaman antar-pengendara, terutama saat menghadapi kemacetan atau antrean panjang.

“Demi keselamatan dan kenyamanan bersama, mari kita tingkatkan toleransi saat berkendara. Patuhi aturan lalu lintas, hormati pengguna jalan lain, dan jangan lupa untuk beristirahat jika merasa lelah,” ujar Rumiadi saat ditemui di Puruk Cahu, baru-baru ini pada, Rabu (25/3/26).

Menurutnya, esensi dari mudik adalah silaturahmi. Oleh karena itu, perjalanan menuju kampung halaman jangan sampai terhambat oleh insiden yang disebabkan oleh ketidaksabaran di jalan raya. Rumiadi berharap masyarakat Murung Raya dapat menjadi contoh dalam kedisiplinan berlalu lintas.

“Kita harus saling menghormati dan memahami, sehingga kita dapat mencapai tujuan dengan selamat. Arus mudik lebaran merupakan momen yang sangat penting bagi masyarakat, dan kita harus menjaga agar perjalanan menjadi aman dan nyaman,” tambahnya.(M/lnkg)

Bagikan: