
PARINGIN – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Upaya mewujudkan kedaulatan pangan di Kalimantan Selatan memasuki babak baru. Polres Balangan bersama Pemerintah Kabupaten Balangan resmi memulai gerakan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 di kawasan Jalan Bhayangkara, Kelurahan Batu Piring, Sabtu (7/3/2026). Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mempercepat target swasembada pangan nasional.
Penanaman ini bukan sekadar seremoni. Kapolres Balangan, AKBP Yulianor Abdi, mengungkapkan bahwa aksi simbolis di lahan seluas enam hektare tersebut merupakan pemicu bagi proyek yang lebih masif.
“Kegiatan ini adalah bagian dari program ketahanan pangan yang sudah bergulir sejak 2025. Target kami, budidaya jagung ini akan dilanjutkan ke lahan seluas 64 hektare yang tersebar di wilayah hukum Polsek jajaran bersama kelompok tani binaan,” ujar AKBP Yulianor.
Bupati Balangan, Abdul Hadi, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah harga mati bagi stabilitas daerah. Menurutnya, tanpa ketersediaan pangan yang mandiri, ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat akan rapuh.
“Pemerintah Kabupaten Balangan bersama Polres dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional melalui berbagai program, salah satunya penanaman jagung serentak ini,” tegas Abdul Hadi.
Meski optimisme meluap, terdapat catatan kritis mengenai infrastruktur pasca-panen. Dalam tinjauannya, Kapolres Balangan mengidentifikasi bahwa ketersediaan lahan dan bibit saja tidak cukup untuk menembus standar pasar nasional.
Para petani binaan saat ini masih menghadapi kendala krusial dalam proses pengeringan hasil panen. Tanpa fasilitas yang memadai, kualitas jagung Balangan terancam sulit bersaing.
“Kami berharap adanya dukungan sarana dan prasarana seperti gudang pengeringan dan alat dryer, karena hal tersebut masih menjadi kendala bagi para petani dalam memenuhi standar pengeringan hasil panen jagung,” tambah AKBP Yulianor Abdi.










