
TANAH BUMBU – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Senin 2 Maret 2026, Kesuksesan besar jarang sekali lahir dari zona nyaman. Di balik julukan “Crazy Rich” Kalimantan yang kini melekat pada Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam, tersimpan rekam jejak panjang seorang pekerja keras yang merangkak dari titik nol. Sebelum memimpin imperium bisnis di Tanah Bumbu, ia adalah sosok yang akrab dengan debu jalanan dan kerasnya lapangan sebagai tukang ojek hingga sopir truk pengangkut kayu.
Haji Isam memulai transformasinya dari seorang pekerja serabutan menjadi tokoh sentral industri nasional melalui ketekunan yang luar biasa. Memulai karier dari keterbatasan sebagai sopir truk dan pekerja tambang, ia berhasil mendirikan CV Jhonlin Pratama pada 2003 yang menjadi cikal bakal Jhonlin Group. Kini, korporasi tersebut tidak hanya mendominasi sektor pertambangan, tetapi juga menjadi pemain kunci dalam ketahanan pangan dan energi nasional melalui ekspansi ke industri biodiesel hingga gula.
Titik balik perjalanan bisnis pria asal Kalimantan Selatan ini terjadi pada awal medio 2000-an. Saat itu, ia mulai mendalami seluk-beluk bisnis batu bara dari dasar. Langkah beraninya membuahkan hasil saat ia mendapatkan proyek pertama dari PT Arutmin Indonesia. Proyek inilah yang menjadi fondasi kokoh, mendorong skalabilitas bisnisnya ke level yang lebih tinggi.
“Saya selalu percaya, kesuksesan besar tidak lahir dari kenyamanan, tetapi dari kerja keras dan keberanian memulai dari nol,” ungkap Haji Isam, menegaskan filosofi hidup yang menjadi bahan bakar di balik gurita bisnisnya.
Transformasi Jhonlin Group menunjukkan diversifikasi yang agresif namun terukur. Hingga tahun 2025, lini bisnisnya telah mencakup berbagai sektor strategis:
✅Energi: Pertambangan batu bara dan produksi biodiesel.
✅Logistik & Transportasi: Layanan penerbangan dan infrastruktur logistik.
✅Agrikultur: Perkebunan sawit dan industri gula skala besar.
Kontribusi perusahaan ini kini melampaui sekadar angka profit, karena terlibat langsung dalam penguatan energi hijau dan kedaulatan pangan Indonesia melalui hilirisasi industri yang masif di wilayah Kalimantan.
Ketangguhan Haji Isam dalam menavigasi bisnis dari seorang pengangkut kayu hingga menjadi pemilik perusahaan lintas sektor menjadi anomali positif dalam dunia usaha. Keberanian mengambil risiko saat mendirikan CV Jhonlin Pratama dua dekade lalu membuktikan bahwa penguasaan lapangan (taktis) yang dipadu dengan visi strategis mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi daerah dan negara.











