
LENTERAKKALIMANTAN.NET- Murung Raya, 2026 – Nilai sebuah karya tidak ditentukan oleh harga materialnya. Kemegahan yang dikenang adalah yang lahir dari gagasan jernih, rasa yang halus, dan ketekunan tangan mengukir. Yang bertahan dalam waktu bukan yang paling mahal, tapi yang paling bermakna.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, http://S.Pd.i, menyampaikan pesan itu kepada seluruh warga, khususnya generasi muda. Komisi I membidangi pemerintahan, hukum, dan sumber daya manusia. Dari bidang itulah ia menekankan kreativitas sebagai fondasi pembangunan yang cerdas.
#### Ide Menghidupkan Karya, Karya Menghidupkan Daerah
Rumah betang dan ukiran Dayak di Murung Raya berdiri kokoh ratusan tahun. Bukan karena kayunya paling mahal. Tapi karena di dalamnya ada filosofi, ada kesabaran, ada cerita yang diukir dengan teliti. Itulah bentuk produktivitas sejati: mengubah pikiran menjadi karya yang berguna dan diwariskan.
Imanudin menegaskan, kreatif tidak harus berarti seniman. Petani yang menemukan cara tanam lebih hemat air itu kreatif. Pelajar yang membuat aplikasi sederhana untuk mencatat harga pasar itu kreatif. Pemuda yang menafsir ulang motif leluhur ke produk kerajinan modern itu kreatif. Semua menghasilkan nilai nyata bagi lingkungan sekitarnya.
“Peradaban tidak menunggu bahan sempurna. Peradaban lahir ketika kita berani berpikir, berani mencoba, berani menyelesaikan. Asah nalar, latih keterampilan, hasilkan karya. Itu cara paling jujur menjaga masa depan Murung Raya,” ujarnya.
Kemegahan daerah ke depan tidak diukur dari siluet gedung. Ia diukur dari berapa banyak anak muda Murung Raya yang berani mengubah ide menjadi solusi yang dirasakan masyarakat.
Reporter: Suara Akar Rumput
Sumber: Imanudin, http://S.Pd.i – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya










