Murung Raya, LENTERAKKALIMANTAN.NET 2026 – Murung Raya tidak hanya indah karena warna hijaunya. Ia indah karena setiap sungai, hutan, dan lembah menyimpan goresan waktu. Di sanalah jejak leluhur terukir. Di sanalah cerita tentang bertahan, tumbuh, dan menjaga diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Murung Raya, Sutrisno, S.T, mengingatkan bahwa keindahan alam hari ini adalah catatan sejarah yang masih hidup. “Yang kita lihat sekarang bukan sekadar pemandangan. Itu memori. Itu warisan. Itu guru yang diam, tapi ajarannya dalam,” ujarnya.

#### Sejarah yang Terukir, Bukan Sekadar Dilihat

Sungai Barito yang mengalir tenang pernah menjadi urat nadi perdagangan dan perjalanan. Hutan yang rimbun pernah menjadi tempat berteduh dan belajar. Bukit yang berdiri kokoh menyimpan nama-nama tempat, pantang, dan kearifan lokal. Semua itu adalah sejarah yang tidak ditulis di kertas, tapi diukir di tanah dan diingat oleh hati.

Sutrisno mengajak warga mencintai alam sebagai bentuk menjaga ingatan kolektif. Cinta itu hadir saat kita tidak merusak, saat kita merawat, saat kita mengajarkan anak cucu bahwa alam bukan milik kita, melainkan titipan yang harus diteruskan utuh.

Komisi III membidangi pembangunan, lingkungan, dan infrastruktur. Dari ruang itu, Sutrisno menegaskan: pembangunan tanpa memori akan kehilangan arah. Dan memori Murung Raya hidup selama alamnya terjaga.

Murung Raya akan selalu memukau. Tapi lebih dari itu, ia akan selalu bermakna. Karena di setiap helai daunnya, ada sejarah yang menunggu untuk dihormati.

Reporter: Suara Akar Rumput
Sumber: Sutrisno, S.T – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Murung Raya

Bagikan: