BANJARMASIN LENTERAKKALIMANTAN.NET

PT Bangun Banua Kalimantan Selatan memperkuat komitmen terhadap transparansi dan keterbukaan informasi melalui Dialog Terbuka bersama insan pers di salah satu hotel di Banjarmasin, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang diikuti 96 peserta itu menjadi ruang kolaborasi untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Direktur Utama PT Bangun Banua, Afrizaldi, mengatakan media memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai penyampai informasi kepada masyarakat, tetapi juga mitra dalam mendorong tata kelola perusahaan yang lebih akuntabel dan terbuka.

“Tujuan kegiatan ini agar terjalin transparansi dan keterbukaan informasi dari perusahaan daerah. Kami memandang media bukan hanya sebagai penyampai informasi kepada masyarakat, tetapi juga mitra strategis untuk membangun ruang publik yang sehat melalui pertukaran pandangan, masukan, kritik yang konstruktif, serta bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik,” ujarnya.

Menurut Afrizaldi, dialog tersebut juga bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai peran, ruang lingkup usaha, serta bisnis yang dijalankan PT Bangun Banua dalam mendukung pembangunan dan memberikan kontribusi bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Ia mengakui perusahaan pernah menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi tingkat kepercayaan publik. Karena itu, PT Bangun Banua kini berupaya membangun kembali kepercayaan melalui perbaikan tata kelola perusahaan, peningkatan kinerja bisnis, dan keterbukaan informasi.

“Kami ingin membangun kembali kepercayaan itu. Ke depan kami ingin lebih terbuka, lebih sehat dalam pengelolaan ekonomi, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Kami menyadari masih memiliki banyak kekurangan sehingga masukan dari rekan-rekan media sangat kami harapkan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan,” katanya.

Afrizaldi menegaskan seluruh kebijakan perusahaan dijalankan berdasarkan amanat Gubernur Kalimantan Selatan. Karena itu, pihaknya siap mempertanggungjawabkan setiap kebijakan dan capaian perusahaan secara terbuka kepada publik.

“Hari ini kami akan memaparkan kondisi bisnis perusahaan, perkembangan usaha, hingga laporan keuangan yang alhamdulillah terus menunjukkan peningkatan. Ini menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan yang berkembang selama ini mengenai kinerja PT Bangun Banua,” jelasnya.

Mantan jurnalis tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang hadir. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci membangun hubungan yang sehat antara perusahaan daerah dan media.

“Saya pernah berada di posisi rekan-rekan jurnalis. Karena itu saya memahami bagaimana pentingnya keterbukaan informasi. Saya percaya apabila insan pers diberi ruang yang luas untuk memperoleh informasi yang benar, maka Kalimantan Selatan akan semakin maju,” ucapnya.

Ia berharap dialog serupa dapat digelar secara berkelanjutan sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi antara PT Bangun Banua dengan insan media.

Dialog terbuka menghadirkan Direktur Utama PT Bangun Banua Afrizaldi sebagai narasumber, didampingi Sekretaris PWI Kalimantan Selatan Toto Fachrudin, dengan Diana Rosianti sebagai moderator. Kegiatan diikuti 96 peserta yang terdiri dari 41 anggota Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), 41 anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), 14 anggota Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), serta dihadiri Direktur Ambapers, mitra perusahaan, dan jajaran manajemen PT Bangun Banua(mckalsel/lnk).

Bagikan: